Honor Taruhkan Kamera Gimbal 200MP, Pixel 11 Memilih Jalur Premium yang Lebih Aman

Honor mengambil langkah yang tidak lazim di pasar ponsel premium melalui Robot Phone, perangkat dengan kamera gimbal titanium bermotor yang dapat keluar dari bodi belakang. Modul 4-DoF tersebut dirancang untuk bergerak pan dan tilt otomatis, sekaligus membantu stabilisasi serta pelacakan subjek berbasis AI.

Kamera utama Robot Phone memakai sensor 200MP berukuran 1/1,28 inci dengan bukaan f/1.6. Pendekatan ini menempatkan kamera sebagai komponen mekanis aktif, berbeda dari desain kamera ponsel konvensional yang menetap di belakang bodi.

Robot Phone mengutamakan sistem kamera

Selain kamera utama bergimbal, Robot Phone membawa kamera periskop 200MP dengan zoom 2,7x dan kamera ultrawide 50MP. Honor juga menggandeng ARRI untuk menghadirkan perekaman 10-bit ARRI LogC3, ARRI Wide Gamut 3, serta ARRI Looks.

Di sektor lain, perangkat ini menggunakan layar LTPO OLED 6,31 inci dengan refresh rate adaptif 1-120Hz. Tenaganya berasal dari Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan didukung baterai berkapasitas 7.060mAh.

Varian 12GB/512GB Robot Phone dibanderol CNY 9.999, sementara varian 16GB/1TB dijual seharga CNY 12.999. Penjualan perangkat tersebut di China dijadwalkan mulai 18 Agustus.

Pixel 11 mempertahankan pendekatan matang

Di saat Honor mengandalkan mekanisme kamera bergerak, Google memperbarui keluarga Pixel 11 dengan formula yang lebih konservatif. Empat model yang diperkenalkan adalah Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold, seluruhnya memakai Tensor G6.

Chip Tensor G6 ternyata diproduksi dengan proses 3nm, bukan 2nm seperti yang sebelumnya banyak dirumorkan. Menurut GSMArena, seluruh model baru ini juga membawa LED notifikasi HiLight.

Pixel 11 standar mempertahankan layar 6,3 inci dan susunan tiga kamera yang sudah mencakup telefoto. Peningkatan paling penting berada pada sensor utama berukuran 1/1,56 inci, lebih besar dibandingkan sensor 1/2,0 inci pada generasi sebelumnya.

Pixel 11 Pro memakai layar 6,3 inci, sedangkan Pixel 11 Pro XL hadir dengan panel 6,8 inci yang lebih terang. Keduanya memiliki kamera utama 50MP berukuran 1/1,3 inci, ultrawide 48MP, telefoto 5x 48MP, dan kamera depan 42MP.

ModelLayarFokus KameraInformasi Penjualan
Pixel 116,3 inciSensor utama 1/1,56 inciMulai US$899, 20 Agustus
Pixel 11 Pro6,3 inci50MP utama, telefoto 5x 48MPMulai €1.199, 20 Agustus
Pixel 11 Pro XL6,8 inciTelefoto 48MP, sensor 1/1,95 inciMulai €1.399, 20 Agustus
Pixel 11 Pro FoldSensor utama lebih besarMulai US$1.899, 20 Agustus

Pembeda Pixel 11 Pro dan Pixel 11 Pro XL terletak pada ukuran sensor ultrawide serta telefoto. Pro XL memakai sensor telefoto 1/1,95 inci, sedangkan Pixel 11 Pro menggunakan sensor 1/2,55 inci.

Pixel 11 Pro Fold juga mendapat sensor kamera utama yang lebih besar. Namun, kapasitas baterainya turun menjadi 4.806mAh dari 5.015mAh pada perangkat pendahulunya.

Untuk pasar Eropa, Pixel 11 Pro dan Pro XL memulai konfigurasi penyimpanan dari 256GB. Ketersediaan Pixel 11 Pro Fold di kawasan tersebut disebut lebih terbatas dibandingkan pasar Amerika Serikat.

Redmi dan Xiaomi memperlebar pilihan

Persaingan tidak hanya terjadi di kelas premium karena Xiaomi menyiapkan Redmi 17 5G dan Redmi 17 4G untuk pasar yang lebih terjangkau. Keduanya membawa layar LCD 6,9 inci 144Hz, kamera utama 50MP, pemindai sidik jari samping, IP64, dan HyperOS 3 berbasis Android 16.

Redmi 17 5G menggunakan Snapdragon 6s Gen 4, sedangkan Redmi 17 4G memakai Helio G200 Ultra. Kedua perangkat memiliki baterai 7.000mAh dengan pengisian 33W dan akan tersedia bertahap di sejumlah pasar Eropa.

Xiaomi juga memperkenalkan HyperOS 4 berbasis Android 17 dengan tampilan bergaya kaca transparan dan fitur AI untuk memprediksi kebutuhan sumber daya. Di China, Redmi K100 Pro serta K100 Pro Max melengkapi strategi itu melalui Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar OLED 185Hz, baterai besar, dan kamera utama 200MP ber-OIS.

Di tengah variasi tersebut, Robot Phone menjadi titik kontras paling jelas karena menempatkan mekanisme gimbal sebagai pusat identitas perangkat. Pixel 11, sebaliknya, menunjukkan bahwa Google masih memilih penyempurnaan sensor dan konfigurasi kamera dalam desain premium yang lebih familiar.

Baca Juga