Harapan Indonesia pada nomor ganda kini hanya tersisa pada satu pertandingan sesama wakil tuan rumah. Muhamad Rifqi Fitriadi/Francis Alcantara dan Lucky Chandra Kurniawan/Tegar Abdi Wibowo akan berebut satu tempat di perempatfinal.
Pertandingan itu digelar di Lapangan A, Nusa Dua, pada Kamis (23/7). Karena kedua pasangan dipertemukan, Indonesia dipastikan hanya dapat mengirim satu pasangan ke babak berikutnya.
Rifqi berduet dengan Alcantara yang berasal dari Filipina, sementara Lucky dan Tegar tampil sebagai pasangan Indonesia. Duel mereka menjadi tumpuan setelah tiga pasangan lain tersingkir pada hari pertama babak utama Amman Men’s World Tennis Championship seri I M-15.
Perlawanan Ketat Anthony dan Yuttana
Anthony Susanto/Yuttana Charoenphon menjadi pasangan yang memberikan perlawanan paling rapat pada Rabu (22/7). Mereka kalah 2-6 pada set pertama dari Alexander Chang/Tanapatt Nirundorn, tetapi mampu bangkit pada set kedua.
Anthony/Yuttana sempat unggul 6-5 sebelum Chang/Tanapatt menyamakan skor menjadi 6-6. Tiebreak akhirnya menentukan set kedua dan pasangan lawan menang 7-6 setelah tampil agresif serta konsisten.
Hasil itu membuat Anthony/Yuttana kalah 2-6, 6-7 (7). Kekalahan tersebut menjadi bagian dari tersingkirnya tiga pasangan Indonesia dalam pembukaan persaingan nomor ganda.
| Pasangan Indonesia | Lawan | Hasil Akhir |
|---|---|---|
| Anthony Susanto/Yuttana Charoenphon | Alexander Chang/Tanapatt Nirundorn | 2-6, 6-7 (7) |
| Gunawan Trismuwantara/Ethan David Zapp | Ryuki Matsuda/Ryotaro Taguchi | 2-6, 4-6 |
| Rafalentino Ali Da Costa/Eito Komada | Jack Bruce Smith/Stefan Storch | 2-6, 3-6 |
Unggulan Jepang dan Pasangan Australia Terlalu Kuat
Gunawan Trismuwantara/Ethan David Zapp harus menghadapi unggulan kedua asal Jepang, Ryuki Matsuda/Ryotaro Taguchi. Mereka kalah dua set langsung dengan skor 2-6 dan 4-6.
Gunawan menilai pola servis-voli dan kekompakan Matsuda/Taguchi menyulitkan mereka menemukan celah. Menurut sport.detik.com, pasangan Indonesia berusaha mengandalkan forehand drive dan lob serang untuk meredam permainan lawan.
“Permainan servis voli serta kekompakan lawan menyulitkan kami mencari celah untuk merebut poin. Kami berupaya melepaskan forehand drive maupun lob serang untuk meredam mereka, ternyata masih gagal juga,” ujar Gunawan dalam keterangan kepada media.
Rafalentino Ali Da Costa/Eito Komada mengalami hasil serupa ketika melawan Jack Bruce Smith/Stefan Storch dari Australia. Bertanding di Lapangan E Nusa Dua Bali, mereka menyerah 2-6, 3-6.
Pengalaman yang lebih matang dan servis keras dari Bruce Smith/Storch menjadi tantangan yang tidak mampu diatasi Rafalentino/Eito. Kekalahan itu memastikan tiga pasangan tuan rumah langsung berhenti pada putaran awal.
Satu Wakil Lanjut dari Duel Internal
Pertemuan Rifqi/Alcantara dengan Lucky/Tegar memberi kepastian bahwa satu pasangan masih bertahan di turnamen. Namun, hasil itu juga menegaskan bahwa tidak ada peluang dua wakil Indonesia lolos bersamaan dari laga tersebut.
Pemenang pertandingan akan membawa langkah Ganda Putra Indonesia ke perempatfinal Men’s World Tennis Championship seri I M-15. Laga di Nusa Dua itu menjadi titik penting setelah hasil berat yang dialami tiga pasangan pada hari pertama.






