Dari BSD ke Asian Tour, Golfpreneur Buka Panggung Naik Kelas bagi Pegolf Indonesia

Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 membawa peluang bagi pegolf Indonesia untuk menembus persaingan yang lebih tinggi melalui panggung Asian Development Tour. Turnamen di BSD itu tidak hanya menawarkan hadiah besar, tetapi juga mempertemukan pemain nasional dengan lawan dari berbagai negara.

Ajang tersebut dijadwalkan digelar pada 26-29 Agustus di Damai Indah Golf, BSD Course, Tangerang Selatan, Banten. Bagi pemain lokal, pertandingan ini menjadi kesempatan menampilkan kemampuan terbaik di tengah standar kompetisi regional.

ADT Menjadi Jalur ke Persaingan Lebih Tinggi

Asian Development Tour atau ADT dibentuk oleh Asian Tour pada 2010 sebagai jalur pengembangan bagi pegolf profesional. Kompetisi ini memberi pemain kesempatan mengumpulkan pengalaman untuk mengejar status yang lebih tinggi di Asian Tour.

Keberadaan turnamen ADT di Indonesia membuat pegolf nasional memiliki akses kompetisi internasional tanpa harus selalu mencari ajang sejenis di luar negeri. Hasil pertandingan di BSD akan menjadi ukuran penting bagi pemain yang ingin melanjutkan langkah ke level berikutnya.

Perwakilan ADT, Teddy Jubilant, menyampaikan apresiasi kepada Ciputra Group dan Damai Indah Golf atas komitmen mereka. Menurutnya, Ciputra Golfpreneur Tournament telah menghasilkan sejumlah pemenang yang kemudian berkembang dalam persaingan lebih tinggi.

Matt Killen dari Inggris menjadi salah satu contohnya setelah menjuarai turnamen pada tahun lalu. Killen kemudian finis di posisi 10 besar Order of Merit ADT dan kini bermain di Asian Tour.

Hadiah US$ 150.000 di Lapangan BSD

Total hadiah Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 mencapai US$ 150.000 atau Rp 2,7 miliar. Nilai tersebut memperkuat daya tarik turnamen bagi pemain lokal maupun peserta dari luar negeri.

Ketua Professional Golf Association Tour of Indonesia, Agus Triyono, menilai kompetisi ini selalu dinantikan. Ia menyebut hadiah besar dan persaingan yang semakin kompetitif dari tahun ke tahun menjadi kekuatan utama ajang tersebut.

TahunTotal Hadiah
Awal penyelenggaraanUS$ 100.000
2021US$ 110.000
2023US$ 125.000
2024US$ 140.000
Sejak tahun laluUS$ 150.000

Hadiah turnamen meningkat dari US$ 100.000 pada awal penyelenggaraan menjadi US$ 150.000 sejak tahun lalu. Kenaikan bertahap itu turut menjaga posisi turnamen sebagai agenda yang konsisten dalam kalender ADT.

Pengalaman Internasional untuk Pemain Lokal

Turnamen ini diprakarsai oleh almarhum DR. (HC) Ir. Ciputra pada 2014. Founder Ciputra Golfpreneur Foundation, Budiarsa Sastrawinata, menyebut edisi 2026 sebagai penyelenggaraan ke-11.

Visi awalnya adalah meningkatkan daya saing pegolf profesional Indonesia agar mampu menjadi juara pada tingkat regional maupun internasional. Budiarsa mengatakan turnamen itu sengaja dibangun untuk membiasakan pemain nasional menghadapi atlet dari negara lain.

Chairman Ciputra Golfpreneur Foundation, Nararya Ciputra Sastrawinata, menilai pengalaman di turnamen internasional dapat memperluas wawasan atlet. Menurut Nararya, kesempatan tersebut penting agar pemain Indonesia lebih siap mengikuti kompetisi internasional lainnya.

Persaingan melawan peserta asing di Damai Indah Golf diharapkan mengasah kesiapan mental dan teknis pemain lokal. Dengan demikian, Ciputra Golfpreneur Tournament menjadi panggung pembuktian yang relevan bagi pegolf Indonesia sebelum memburu peluang lebih besar di kawasan Asia.

Baca Juga