Samsung dirumorkan menyiapkan Galaxy Z Fold8 Ultra dengan kamera utama 200 MP dan baterai 5.000 mAh. Kombinasi tersebut berpotensi mengurangi dua kompromi yang selama ini kerap melekat pada ponsel lipat, yakni kemampuan kamera dan daya tahan baterai.
Model ini diperkirakan menjadi varian paling premium dalam keluarga ponsel lipat Samsung berikutnya. Namun, seluruh detail yang beredar masih berupa bocoran dan perlu menunggu pengumuman resmi dari Samsung.
Kamera 200 MP untuk kelas ponsel lipat
Sektor fotografi menjadi bagian yang paling menonjol dalam bocoran Galaxy Z Fold8 Ultra. Perangkat ini disebut akan menggunakan tiga kamera belakang, dengan sensor utama beresolusi 200 MP.
Kamera utama itu kabarnya didampingi kamera ultrawide 50 MP serta telefoto 10 MP yang mendukung optical zoom 3x. Untuk swafoto dan panggilan video, Samsung diperkirakan memasang kamera 10 MP pada layar luar maupun layar bagian dalam.
Galaxy Z Fold8 Ultra juga dirumorkan dapat merekam video hingga 8K pada 30 fps. Galaxy AI generasi baru diprediksi membantu pengambilan gambar sekaligus penyuntingan foto dan video.
Menurut rangkuman inet.detik.com yang mengutip GSM Arena, konfigurasi tersebut berpotensi menjadi sistem kamera paling mumpuni yang pernah digunakan Samsung pada lini Galaxy Z Fold. Kemampuannya diharapkan dapat semakin mendekati ponsel flagship konvensional.
Baterai lebih besar dan pengisian 45W
Kapasitas baterai yang disebut mencapai 5.000 mAh menjadi peningkatan penting bagi model Ultra. Angka itu lebih besar daripada baterai 4.400 mAh yang digunakan Galaxy Z Fold7.
Baterai tersebut dikabarkan mampu mendukung pemutaran video hingga 27 jam. Samsung juga dirumorkan meningkatkan pengisian daya kabel menjadi 45W dan mempercepat pengisian daya nirkabel.
| Komponen | Detail yang Dirumorkan |
|---|---|
| Kamera utama | 200 MP |
| Kamera ultrawide | 50 MP |
| Kamera telefoto | 10 MP, optical zoom 3x |
| Baterai | 5.000 mAh |
| Pengisian kabel | 45W |
Bodi 4,5 mm dengan layar utama 8 inci
Meski membawa baterai lebih besar, Galaxy Z Fold8 Ultra disebut akan memiliki ketebalan sekitar 4,5 mm saat dibuka. Bobotnya diperkirakan berada pada kisaran 200 hingga 215 gram.
Samsung kabarnya menyempurnakan engsel agar lebih kuat tanpa membuat perangkat bertambah tebal. Teknologi Flex Titanium terbaru juga disebut digunakan untuk memperkuat struktur layar dan menyamarkan bekas lipatan.
Layar luar perangkat ini diperkirakan memakai panel AMOLED 6,5 inci dengan refresh rate 120 Hz. Saat dibuka, pengguna disebut akan memperoleh layar Dynamic AMOLED 8 inci dengan resolusi sekitar 2.504 x 2.256 piksel.
Panel bagian dalam dikabarkan mendukung refresh rate adaptif 1-120 Hz dan tingkat kecerahan puncak hingga 3.600 nits. Luas layar itu diproyeksikan menjadi ruang utama untuk produktivitas, multitasking, dan fitur Galaxy AI.
Chipset baru dan posisi premium
Galaxy Z Fold8 Ultra diprediksi ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chipset itu disebut akan dipadukan dengan RAM hingga 16 GB serta penyimpanan internal sampai 1 TB.
Varian 1 TB kabarnya menjadi model yang memperoleh RAM 16 GB. Konfigurasi tersebut disiapkan untuk menangani multitasking, permainan, pengolahan konten, dan kemampuan AI yang lebih agentic dalam memahami konteks serta menjalankan rangkaian tugas.
Ponsel ini diperkirakan menjalankan One UI 9 berbasis Android 16, dengan dukungan S Pen serta peningkatan ketahanan terhadap air dan debu. Integrasi dengan ekosistem Galaxy juga disebut tetap menjadi bagian dari paket pengalamannya.
Samsung diperkirakan memperkenalkan perangkat ini dalam Galaxy Unpacked 2026 di London, Inggris, pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 20.00 WIB. Acara tersebut dijadwalkan dapat disaksikan melalui kanal YouTube dan situs resmi Samsung.
Harga awal Galaxy Z Fold8 Ultra diprediksi mencapai 2.199 Euro, atau naik sekitar 100 Euro dari generasi sebelumnya. Samsung kabarnya menyiapkan produksi sekitar dua juta unit, lebih sedikit daripada Galaxy Z Fold8 versi wide yang disebut memiliki bentuk lebih pendek dan lebar.






