Samsung dan Qualcomm mendorong pemrosesan AI langsung di perangkat Galaxy agar sejumlah fungsi tidak selalu bergantung pada cloud. Langkah ini ditujukan untuk menghadirkan respons yang lebih cepat, termasuk ketika perangkat menangani data sensitif.
Kolaborasi tersebut tidak hanya menyasar ponsel, melainkan juga smartwatch dan kacamata pintar. Samsung ingin menyatukan pengalaman AI di tiga kategori perangkat pribadi dalam satu ekosistem Galaxy.
Tiga Perangkat, Tiga Platform
| Perangkat Galaxy | Platform Qualcomm | Fokus AI |
|---|---|---|
| Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Flip8 | Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy | AI on-device, kamera pintar, dan pemrosesan data sensitif |
| Galaxy Watch9, Galaxy Watch Ultra2 | Snapdragon Wear Elite | AI personal dan analisis kesehatan proaktif |
| Intelligent Eyewear | Snapdragon AR1 Gen 1 | Informasi kontekstual melalui kacamata pintar |
Di lini ponsel lipat, Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy akan menjadi fondasi Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8. Platform ini membawa CPU Qualcomm Oryon yang dalam materi kolaborasi disebut sebagai CPU seluler tercepat di dunia.
Chipset tersebut juga dilengkapi NPU generasi terbaru untuk mempercepat pekerjaan AI di perangkat. Kombinasi CPU dan NPU diarahkan untuk mendukung kamera pintar serta pemrosesan lokal tanpa ketergantungan penuh pada koneksi cloud.
AI yang Memahami Konteks
Arah pengembangan Samsung dan Qualcomm berpusat pada Agentic AI, bukan sekadar AI generatif. Konsep ini ditujukan agar perangkat dapat memahami konteks dan kebutuhan pengguna di berbagai produk Galaxy.
Dengan pendekatan tersebut, AI diharapkan tidak hanya menerima perintah atau menghasilkan konten. Sistem juga disiapkan untuk bekerja lebih mandiri secara kontekstual sambil menjaga konsumsi daya tetap rendah.
Menurut Suara.com, tantangan industri saat ini berada pada jarak antara kemampuan perangkat keras dan tuntutan AI tingkat lanjut. Samsung serta Qualcomm berupaya memperkecil kesenjangan itu dengan menyelaraskan chipset, perangkat, dan pengalaman pengguna.
Cristiano Amon, President and CEO Qualcomm Incorporated, menyebut integrasi AI pada perangkat pribadi sebagai perubahan penting. “Kita sedang memasuki era baru AI, di mana kecerdasan buatan telah terintegrasi langsung ke dalam perangkat pribadi yang kita andalkan kapanpun,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Watch dan Kacamata Masuk Rencana Utama
Samsung juga akan memakai Snapdragon Wear Elite pada Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2. Ini menjadi kali pertama platform tersebut diadopsi untuk perangkat Galaxy Watch.
Platform wearable itu dirancang untuk AI personal melalui advanced sensor fusion. Jam tangan dapat menangkap sinyal tubuh secara berkelanjutan dan melakukan analisis proaktif untuk menghadirkan panduan kesehatan yang lebih personal.
Namun, Samsung belum merinci metrik kesehatan yang akan dianalisis maupun bentuk rekomendasi yang akan diberikan. Posisi smartwatch pun diarahkan bergeser dari sekadar pencatat data menjadi asisten kesehatan digital.
Di sektor extended reality, Samsung dan Google memperkenalkan Intelligent Eyewear dengan Snapdragon AR1 Gen 1. Kacamata pintar ini dikembangkan lewat desain bersama Gentle Monster dan Warby Parker.
Perangkat tersebut dirancang dalam bentuk kacamata yang modis, bukan headset besar yang dapat mengisolasi pengguna. Fungsinya adalah menyajikan informasi kontekstual langsung di depan mata dengan hambatan fisik yang lebih kecil.
Won-joon Choi, President and COO MX Business Samsung Electronics, menyatakan optimasi Snapdragon dilakukan pada setiap jenis perangkat Galaxy. Menurutnya, performa dan efisiensi diperlukan agar perpindahan dari ponsel ke jam tangan hingga kacamata pintar tetap menghadirkan pengalaman Galaxy AI yang konsisten.






