Gaji Tinggi Menghambat Transfer, Jack Grealish Masih Punya Taruhan di Manchester City

Gaji sekitar 300 ribu poundsterling per minggu menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat kepindahan Jack Grealish dari Manchester City. Ketika Everton menolak membeli permanen, opsi transfer pemain berusia 30 tahun itu pun bergantung pada kompromi finansial.

Chris Waddle menilai beberapa klub kemungkinan sudah menjalin komunikasi dengan Manchester City mengenai Grealish. Namun, ia melihat kesepakatan hanya akan lebih mudah tercapai jika sang pemain bersedia menerima tuntutan kontrak yang lebih rendah.

Everton Belum Menutup Pintu

Everton memilih tidak mengaktifkan opsi pembelian Grealish senilai 50 juta poundsterling setelah masa pinjamannya berakhir. Meski demikian, klub tersebut tetap memantau kemungkinan membawa kembali sang winger jika harganya menurun.

Keputusan itu menempatkan Grealish pada posisi yang berbeda menjelang berakhirnya bursa transfer musim panas pada 1 September 2026. Ia masih terikat satu musim lagi di Manchester City, tetapi harus menentukan apakah akan bertahan atau mencari tantangan baru.

CatatanAngkaKeterangan
Penampilan bersama Everton22 lagaMasa pinjaman
Kontribusi gol2 gol, 6 asisMeraih Player of the Month Premier League
Opsi pembelian50 juta poundsterlingDitolak Everton

Produktif Sebelum Cedera

Grealish sempat memberikan kontribusi yang cukup menonjol selama membela Everton. Dua gol dan enam asis dari 22 pertandingan menunjukkan ia mampu memberi pengaruh sebelum masalah fisik menghentikan lajunya.

Pada Januari, Grealish mengalami retak tulang kaki yang mengganggu momentumnya. Proses pemulihan yang sedang dijalani akan berperan besar terhadap peluangnya memperoleh tempat di klub baru ataupun kembali bersaing di City.

Lee Sharpe menilai kualitas Grealish belum hilang dan masih dapat kembali terlihat apabila ia melewati satu musim dengan kondisi bugar. Mantan pemain Inggris itu menyebut konsistensi kebugaran sebagai kebutuhan mendasar bagi setiap pemain.

Menurut Sharpe, Grealish dan Cole Palmer memiliki kemampuan untuk menciptakan perbedaan, walau bukan tipe pemain sayap yang murni mengandalkan kecepatan. Persaingan di sisi kiri tim nasional Inggris juga melibatkan Anthony Gordon dan Marcus Rashford, sehingga pilihan akan disesuaikan dengan lawan serta kebutuhan Thomas Tuchel.

Peluang di Bawah Pelatih Baru

Di tengah ketidakpastian transfer, Grealish tetap mengikuti latihan pramusim Manchester City. Enzo Maresca sebagai manajer baru berpeluang memberikan penilaian berbeda terhadap posisi dan fungsi Grealish di dalam tim.

Colin Hendry menilai Grealish pernah menunjukkan kemampuan beradaptasi yang tidak mudah dilakukan semua pemain. Mantan bek Manchester City itu mengatakan Grealish bersedia mengubah sebagian gaya bermain individunya demi tuntutan sistem tim.

“Dia sedikit mengorbankan permainannya agar bisa menjadi bagian dari tim dan memberi tim apa yang Pep inginkan,” kata Hendry. Ia menilai keberhasilan Grealish mengumpulkan gelar membuktikan bahwa penyesuaian tersebut memberi manfaat.

Hendry juga berpendapat Grealish dapat memilih bertahan untuk satu musim lagi dan mencoba membuktikan diri kepada staf pelatih baru. Pilihan itu membuat pramusim menjadi fase penting, karena kondisi fisik dan performanya akan menentukan arah karier berikutnya.

Celtic dan Rangers disebut Waddle sebagai dua kemungkinan tujuan yang tidak biasa, tetapi persoalan upah tetap sulit diatasi. Karena itu, masa depan Grealish akan sangat dipengaruhi oleh kesediaan semua pihak menemukan nilai transfer dan struktur gaji yang sesuai.

Baca Juga