FIGC menghadapi krisis baru dalam proyek pembenahan tim nasional Italia setelah Paolo Maldini dan Leonardo mengundurkan diri. Kepergian dua tokoh itu terjadi ketika federasi mencoret Andrea Pirlo dari kandidat pelatih pengganti Gennaro Gattuso.
Masalah ini datang pada saat Italia membutuhkan arah teknis yang jelas setelah gagal lolos ke Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut. Federasi tidak hanya harus menemukan pelatih baru, tetapi juga harus mengisi kekosongan dalam kepemimpinan proyek transisi.
Dua Peran Penting yang Ditinggalkan
Maldini baru ditunjuk sebagai direktur teknis FIGC, sementara Leonardo bergabung sebagai penasihat federasi. Keduanya baru berada dalam proyek tersebut sekitar 10 hari sebelum memutuskan mundur.
Kepergian mereka menjadi pukulan bagi rencana yang ditujukan untuk mengangkat kembali prestasi Gli Azzurri. Perbedaan pandangan tentang sosok pelatih menjadi penyebab utama berakhirnya keterlibatan dua ikon sepak bola Italia itu.
| Figur | Jabatan atau posisi | Situasi |
|---|---|---|
| Paolo Maldini | Direktur teknis FIGC | Mundur dari proyek |
| Leonardo | Penasihat federasi | Mundur dari proyek |
| Andrea Pirlo | Calon pelatih tim nasional | Tidak lagi menjadi kandidat |
Pilihan Tunggal yang Tidak Disetujui
Maldini dan Leonardo disebut menginginkan Andrea Pirlo sebagai satu-satunya calon pelatih tim nasional Italia. Akan tetapi, Presiden FIGC Giovanni Malago tidak menyetujui pencalonan mantan gelandang AC Milan dan Juventus tersebut.
Mediaindonesia.com melaporkan, dengan mengutip Fabrizio Romano pada Selasa (28/7/2026), bahwa nama Pirlo telah dikeluarkan dari daftar kandidat. Penolakan itu membuat rencana yang diusung Maldini dan Leonardo tidak lagi selaras dengan sikap federasi.
Pirlo sebelumnya menguat sebagai kandidat setelah Pep Guardiola menolak tawaran untuk menangani Italia. Namun, kesempatan itu kemudian tertutup oleh pertimbangan yang tidak terkait langsung dengan kemampuan kepelatihannya.
Kontroversi Duta Fonbet
Pirlo berstatus sebagai duta global Fonbet, perusahaan taruhan asal Rusia. Kerja sama komersial tersebut memicu kritik dari sejumlah pejabat FIGC dan anggota parlemen Italia.
Keberatan terhadap status itu dikaitkan dengan aspek politik di luar sepak bola. FIGC kemudian memilih tidak melanjutkan pencalonan Pirlo meski alasan penolakan disebut bukan berupa penilaian teknis di lapangan.
Perhatian terhadap isu tersebut meningkat setelah Pirlo menghadiri acara Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow. Dalam acara itu, ia terlihat bersama Marco Materazzi.
Duta Besar Rusia untuk Italia Alexey Paramonov sempat menyatakan dukungan terbuka kepada Pirlo. Sikap itu tidak mengubah keputusan FIGC untuk tetap mencoret namanya.
Pernyataan dari Pirlo
Melalui unggahan Instagram pada Senin (27/7), Pirlo menyatakan telah diberi tahu bahwa dirinya tidak lagi dipertimbangkan untuk melatih Timnas Italia. Ia juga memberikan penjelasan mengenai hubungannya dengan Fonbet.
“Seluruh aktivitas profesional saya selalu dilakukan sesuai hukum dan kontrak yang berlaku. Tidak ada muatan politik dalam kerja sama saya dengan Fonbet,” tegas Pirlo.
Penjelasan itu belum menghasilkan perubahan dalam posisi federasi. Hingga kini, belum ada keterangan mengenai nama lain yang masuk pertimbangan FIGC untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Gattuso.
Tantangan Berikutnya bagi FIGC
Tekanan terhadap FIGC berpotensi meningkat karena pengambilan keputusan pelatih berlangsung bersamaan dengan kehilangan Maldini dan Leonardo. Federasi perlu menyusun kembali arah transisi teknis di tengah tuntutan publik untuk memperbaiki performa tim nasional.
Keberadaan pelatih baru akan menjadi bagian penting dari upaya tersebut, tetapi proyek ini juga membutuhkan figur yang mampu mengarahkan pembenahan secara menyeluruh. Tanpa dua tokoh yang semula diharapkan menjalankan peran itu, pekerjaan FIGC menjadi lebih berat.






