Pintu Geser di Kedua Sisi Jadi Andalan Farizon V8E yang Dirakit di Purwakarta

Farizon V8E mengandalkan pintu geser berukuran besar di kedua sisi bodi serta pintu belakang untuk menunjang akses kargo. Konfigurasi ini menegaskan perannya sebagai blind van listrik yang ditujukan bagi kebutuhan kendaraan niaga.

Ruang yang lapang menjadi bagian utama dari karakter V8E. Akses dari sisi dan belakang memberi pilihan saat memasukkan maupun mengeluarkan barang dari area muatan.

Dirancang sebagai Kendaraan Niaga

V8E bukan diposisikan sebagai mobil penumpang biasa. Farizon menempatkan model tersebut di segmen kendaraan komersial dengan penekanan pada fungsi pengangkutan barang.

Dari tampilan luar, V8E disebut memiliki desain yang hampir serupa dengan Farizon SV. Garis bodi yang tegas dan tajam membentuk karakter futuristik pada kendaraan ini.

BagianInformasi
Jenis kendaraanBlind van listrik
Akses sampingPintu geser besar di kedua sisi
Akses belakangPintu belakang
Fungsi utamaPengangkutan barang
Harga tercantumRp 425 juta OTR Jakarta

Harga Farizon V8E tercantum Rp 425 juta OTR Jakarta pada situs resmi Farizon, berdasarkan pantauan Kompas.com. Angka tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi pelaku usaha yang melihat opsi kendaraan niaga listrik.

Perakitan Lokal di Purwakarta

V8E kini mulai dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor atau HIM, Purwakarta, Jawa Barat. Model ini menjadi produk pertama Farizon yang dirakit di Indonesia.

Unit perdana diperkenalkan dalam seremoni perakitan lokal di pabrik Handal. Kehadiran produksi di dalam negeri memberi Farizon peluang untuk menyesuaikan produknya dengan kondisi jalan dan kebutuhan pasar Indonesia.

Farizon menargetkan keterhubungan proses manufaktur, rantai pasok, hingga layanan melalui pemanfaatan fasilitas produksi lokal. Strategi itu menjadi bagian dari langkah lokalisasi perusahaan.

Indonesia Menjadi Lokasi Proyek KD Pertama

CEO Farizon New Energy Commercial Vehicle Group, Mike Fan, menyatakan proyek KD di Indonesia tidak semata berkaitan dengan kendaraan yang keluar dari lini produksi. Ia menilai proyek tersebut penting untuk membangun sinergi industri, manufaktur lokal, dan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Mike juga menyebut proyek Indonesia sebagai produksi KD pertama Farizon di luar negeri. “Proyek KD Indonesia merupakan implementasi nyata dari strategi lokalisasi Farizon, sekaligus menjadi proyek produksi KD pertama Farizon di luar negeri,” ujarnya dalam seremoni di Purwakarta, Kamis (13/8/2026).

Standar Global dan Logistik Elektrifikasi

Direktur PT Arista Manufacturing Indonesia, Christoforus Ronny, mengatakan perakitan lokal V8E memperlihatkan teknologi serta standar global dapat diwujudkan lewat kemampuan manufaktur Indonesia. Produksi bersama Handal disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan kendaraan komersial listrik yang relevan bagi pasar domestik.

Menurut Christoforus, elektrifikasi kendaraan komersial akan memegang peranan penting dalam membangun logistik dengan energi yang lebih baik. Ia menyatakan penerapan teknologi berstandar global itu kini mulai diwujudkan melalui produksi lokal di Indonesia.

Perakitan V8E di Purwakarta menggabungkan fungsi kargo, akses pintu yang mendukung operasional, dan strategi produksi lokal. Model ini hadir sebagai pilihan blind van listrik dengan harga Rp 425 juta OTR Jakarta.

Baca Juga