Bidang Panggung 18 x 8 Meter Jadi Kanvas Visual Naura Ayu Berkat Epson

Bidang panggung berukuran 18 meter x 8 meter dengan bentuk tidak konvensional menjadi kanvas visual dalam pertunjukan Naura Ayu di Jakarta. Epson memanfaatkan teknologi projection mapping untuk menampilkan gambar yang mengikuti kontur serta dimensi bidang tersebut.

Pendekatan ini membuat visual panggung tidak terpaku pada layar datar berbentuk persegi. Tampilan proyeksi menjadi bagian dari atmosfer pertunjukan dan mendukung narasi yang dibangun di atas panggung.

Teknologi itu digunakan dalam Naura Ayu: Cerita Penuh Cahaya Live Showcase di Graha Bhakti Budaya, Jakarta, Sabtu (15/8/2026). Epson Indonesia menjadikan kolaborasi ini sebagai ruang untuk memperlihatkan pemanfaatan proyektor di ranah hiburan dan seni.

Proyektor berdaya terang untuk panggung utama

Panggung utama menggunakan Epson EB-L30000UNL yang memiliki tingkat kecerahan 30.000 lumens. Perangkat tersebut menjadi pusat tampilan visual sepanjang pertunjukan Naura Ayu.

Epson juga mengandalkan teknologi 3LCD untuk menghadirkan warna yang lebih natural. Kemampuan warna ini ditujukan agar rancangan tim kreatif tetap selaras dengan konsep artistik pertunjukan.

ElemenDetailFungsi
ProyektorEpson EB-L30000UNLMenampilkan visual panggung utama
Kecerahan30.000 lumensMendukung proyeksi pada panggung
Bidang proyeksi18 meter x 8 meterMedia visual dengan bentuk tidak konvensional
Teknologi tampilan3LCDMenghasilkan warna lebih natural

Selama ini proyektor lebih sering dikaitkan dengan kegiatan pendidikan dan kebutuhan ruang rapat. Kolaborasi di panggung musik menunjukkan perangkat visual tersebut juga dapat dipakai untuk membangun pengalaman yang lebih imersif.

Senior Product Manager Visual Instrument Epson Indonesia, Ardian Ami Mahmudi, menyatakan teknologi proyektor telah berkembang melampaui penggunaan yang lazim. Industri kreatif menjadi salah satu segmen yang ingin dijangkau lebih luas oleh perusahaan.

“Teknologi proyektor saat ini sudah berkembang sangat jauh. Karena itu, kami ingin menjangkau segmen yang lebih luas, termasuk industri kreatif yang selama ini belum banyak dieksplorasi,” kata Ardian.

Visual menyesuaikan bentuk panggung

Projection mapping dipilih karena media panggung memungkinkan visual diterapkan pada bidang yang tidak seragam. Metode ini memberi keleluasaan bagi tim kreatif untuk mengolah tampilan tanpa dibatasi format layar konvensional.

Ardian mengatakan konsep pertunjukan Naura Ayu berupaya menghidupkan suasana di atas panggung. “Secara konsep, mereka ingin menghidupkan suasana di atas panggung. Karena itu, mereka memilih menggunakan teknologi projection mapping yang didukung proyektor,” ujarnya.

Menurut laporan Suara.com, kerja sama Epson dengan Naura Ayu telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kesamaan visi untuk menghadirkan pengalaman visual menjadi dasar dukungan Epson dalam sejumlah pertunjukan penyanyi tersebut.

Dukungan untuk ekosistem kreatif

Keterlibatan Epson di sektor seni tidak hanya berlangsung pada pertunjukan Naura Ayu. Perusahaan juga berkolaborasi dalam pameran seni kontemporer ArtJog serta mendukung pertunjukan Tulus dan Armand Maulana.

Langkah ini mencerminkan upaya Epson memperluas penggunaan proyektor dalam beragam bentuk ekspresi kreatif. Kolaborasi dengan pelaku seni juga menjadi cara perusahaan menjangkau generasi muda melalui solusi visual yang relevan dengan kebutuhan panggung.

Baca Juga