Enam kemenangan dalam tujuh laga pramusim belum membuat Bernardo Tavares merasa tenang. Pelatih Persebaya itu meminta skuadnya tetap rendah hati karena hasil persiapan tidak otomatis mencerminkan kekuatan di Super League.
Penilaian tersebut terutama berkaitan dengan pertandingan melawan Persib dan Persija. Tavares menegaskan kedua tim itu tidak tampil dengan skuad penuh saat menghadapi Persebaya di masa pramusim.
“Jangan lupa, Persib dan Persija, tim yang kami hadapi dan juga akan kami hadapi di Super League, tidak bermain dengan skuad penuh,” kata Tavares. Karena itu, hasil positif tidak boleh membuat Bajul Ijo mengendurkan evaluasi menjelang kompetisi.
Perjalanan Tanpa Kekalahan
Persebaya Surabaya mencatat enam kemenangan dan sekali imbang sepanjang tujuh pertandingan persiapan musim 2026-2027. Catatan itu dibuka dengan kemenangan 2-0 atas PSIS Semarang pada Persebaya 99th Anniversary Game.
Tim kemudian menyapu tiga pertandingan Grup B Piala Presiden 2026 dengan menaklukkan Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC. Langkah tersebut berlanjut dengan kemenangan 1-0 atas Arema FC pada semifinal.
| Ajang | Lawan | Hasil |
|---|---|---|
| Persebaya 99th Anniversary Game | PSIS Semarang | Menang 2-0 |
| Piala Presiden 2026 Grup B | Persija Jakarta | Menang 1-0 |
| Piala Presiden 2026 Grup B | PSMS Medan | Menang 1-0 |
| Piala Presiden 2026 Grup B | Port FC | Menang 2-1 |
| Piala Presiden 2026 semifinal | Arema FC | Menang 1-0 |
| Piala Presiden 2026 final | Persib | Imbang 1-1, menang penalti 6-5 |
| Uji coba internasional | Penang FC | Menang 1-0 |
Puncak Piala Presiden 2026 berlangsung saat Persebaya bermain imbang 1-1 melawan Persib sebelum menang 6-5 dalam adu penalti. Gelar itu mengakhiri penantian 22 tahun Persebaya untuk kembali mengangkat trofi.
Rangkaian pramusim ditutup dengan kemenangan 1-0 atas Penang FC dalam uji coba internasional. Laga tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Sabtu malam 15 Agustus 2026.
Trofi Tidak Boleh Mengalihkan Fokus
Tavares mengakui keberhasilan di Piala Presiden memberi nilai positif bagi pemain, klub, Bonek, dan Bonita. Namun, ia meminta perhatian segera diarahkan kepada kondisi saat ini serta tantangan musim mendatang.
“Sudah mendapatkan trofi dan saya pikir trofi itu akan masuk museum. Jadi sekarang kami harus fokus pada masa sekarang dan masa depan,” ujar Tavares seperti dikutip bola.kompas.com. Sikap tersebut menjadi dasar Persebaya dalam menyikapi momentum positif sebelum pertandingan pertama Super League pada 5 September.
Selain meminta kerendahan hati, Tavares menilai konsistensi permainan masih harus ditingkatkan. Ia melihat pemain telah menampilkan sejumlah hal baik, tetapi belum selalu mampu mempertahankannya sepanjang laga.
“Dalam beberapa momen kami menunjukkan hal-hal yang bagus. Namun, kami harus lebih konsisten untuk mengulangi hal-hal baik tersebut,” imbuhnya. Tuntutan itu mencakup kemampuan tim menjaga kualitas permainan dalam berbagai situasi pertandingan.
Transisi Bertahan Disorot
Perhatian berikutnya mengarah pada keseimbangan pertahanan setelah Persebaya kehilangan bola. Tavares mencatat lawan sempat memperoleh dua atau tiga peluang yang berpotensi menjadi gol selama pramusim.
“Tim lawan memiliki dua atau tiga peluang yang bisa menjadi gol,” tuturnya. Persebaya kini melanjutkan persiapan melalui pemulihan kondisi pemain dan pemantauan anggota skuad yang mengalami cedera.
Tavares juga menilai dukungan Bonek dan Bonita kepada pemain sebagai sesuatu yang luar biasa. Energi dari tribun diharapkan menjadi modal tambahan saat Persebaya memasuki Super League 2026-2027 dengan tuntutan untuk membuktikan konsistensi.






