El Nino Menguat hingga Awal 2027, Prabowo Pastikan Pangan Indonesia Tetap Aman

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pasokan pangan untuk masyarakat Indonesia berada dalam keadaan aman, meski dunia menghadapi kekhawatiran kelaparan massal. Pernyataan itu disampaikan ketika El Nino kuat berpotensi memperpanjang tekanan cuaca kering hingga awal 2027.

Keyakinan pemerintah tersebut muncul di tengah proyeksi puncak El Nino pada Desember 2026 atau Januari 2027. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas fenomena itu dapat melampaui kategori kuat.

Prabowo menyampaikan pandangan tersebut dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan MPR, Jumat (14/8). Ia menempatkan keamanan pangan sebagai isu penting saat cuaca global semakin tidak menentu.

“Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yg tidak menentu. Kita alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyatakan Indonesia akan mampu menghadapi tantangan iklim, termasuk El Nino yang berpotensi berat. Ia menyebut fenomena tersebut sebagai El Nino yang paling dahsyat.

Indikator iklim menunjukkan penguatan

BMKG mencatat kondisi iklim hingga akhir Juli 2026 semakin mendukung situasi kering di sejumlah wilayah Indonesia. Berkurangnya suplai hujan dipengaruhi oleh El Nino kuat serta Indian Ocean Dipole atau IOD yang cenderung positif.

Pemantauan suhu muka laut di kawasan Pasifik timur, terutama wilayah Nino3.4, menunjukkan anomali telah berada di atas +2 derajat Celsius. Angka itu mengindikasikan El Nino berada dalam kategori kuat.

Indikator IklimNilaiKeterangan
Anomali suhu muka laut Nino3.4Di atas +2°CMenunjukkan El Nino kategori kuat
Ambang El Nino kuatDi atas 1,5°CBatas kategori kuat pada indeks Nino3.4
Indeks Nino3.4 saat pemantauanLebih dari 1,56°CTelah melewati ambang kategori kuat
Indeks Samudra Hindia-0,38Menunjukkan peluang fenomena IOD

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan indeks Nino3.4 telah melampaui ambang kategori kuat. Batas yang digunakan untuk kategori tersebut berada di atas 1,5 derajat Celsius.

“Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik telah menunjukkan indeks Nino 3.4, yang menyatakan kekuatan El Nino yang telah melebihi threshold kategori kuat, yaitu di atas 1,5°C, saat ini lebih dari 1,56°C,” kata Ardhasena.

Kemungkinan kondisi kering berlanjut

BMKG sebelumnya memperkirakan puncak El Nino dapat terjadi pada pergantian tahun, yakni Desember 2026 atau Januari 2027. Fase tersebut diproyeksikan melewati batas El Nino kuat dan dapat bertahan hingga awal 2027.

Pada saat yang sama, indeks di Samudra Hindia tercatat negatif sebesar -0,38. Kondisi ini dinilai membuka peluang cukup signifikan bagi terjadinya IOD.

Menurut penjelasan BMKG yang dikutip CNN Indonesia, IOD dapat hadir bersamaan dengan El Nino dalam kondisi yang membuat suhu dunia semakin panas. Kombinasi kedua faktor iklim itu menjadi perhatian karena dapat mengurangi pasokan hujan di sejumlah daerah.

Situasi kering yang berlanjut dapat menjadi tantangan bagi berbagai sektor yang bergantung pada cuaca. Perkembangan El Nino, IOD, dan pasokan hujan akan tetap menentukan kesiapan ketahanan pangan Indonesia dalam periode mendatang.

Baca Juga