Terrel Williams sempat meninggalkan tinju profesional lebih dari dua tahun setelah menghadapi Prichard Colon. Jeda itu menjadi gambaran kuat tentang dampak pertandingan 17 Oktober 2015 yang berakhir dengan cedera otak parah bagi Colon.
Williams kembali bertanding pada November 2017, tetapi pengalaman tersebut tetap membayangi langkahnya. Ia mengakui rasa percaya diri untuk naik ring tanpa ketakutan tidak lagi sama setelah insiden itu.
Karier yang Berhenti di Rekor 18-1
Perjalanan Williams setelah kembali ke ring tidak berlangsung panjang. Ia mengalami kekalahan profesional pertama dari Thomas Dulorme pada 21 September 2019.
Hasil tersebut membuat catatan profesional Williams berhenti di angka 18-1. Tidak tercatat adanya pertandingan resmi lain yang dijalaninya setelah duel melawan Dulorme.
Williams kemudian disebut menarik diri dari ranah publik. Hingga berita meninggalnya Colon pada 13 Agustus 2026, ia belum memberikan pernyataan resmi terbaru mengenai mantan lawannya itu.
Kabar duka tersebut kembali menempatkan duel 2015 dalam perhatian publik. Pertarungan itu bukan hanya mengubah kondisi Colon, tetapi juga memberi dampak jangka panjang pada kehidupan Williams.
Pengakuan tentang Dampak Permanen
Dalam pernyataannya kepada The Washington Post pada 2019, Williams menggambarkan konsekuensi yang dirasakan kedua pihak. “Hal itu memengaruhi hidupnya selamanya. Dan itu memengaruhi hidup saya selamanya,” kata Williams.
Ia menegaskan tidak pernah berniat mencederai Colon secara jahat. Namun, Williams mengatakan dirinya selalu memikirkan kondisi Colon dan terus mendoakan kesembuhannya.
Williams memantau perkembangan Colon lewat informasi dari kerabat petinju tersebut. Ia pernah ingin menjenguk Colon di rumah sakit, tetapi langkah itu tidak diizinkan atas petunjuk tim medis dan keluarga.
| Tanggal atau periode | Catatan peristiwa |
|---|---|
| 17 Oktober 2015 | Duel Williams melawan Colon berlangsung di Virginia. |
| Usai duel | Colon pingsan dan menjalani operasi otak darurat. |
| November 2017 | Williams kembali bertanding setelah vakum lebih dari dua tahun. |
| 21 September 2019 | Williams kalah dari Thomas Dulorme. |
| 13 Agustus 2026 | Colon meninggal dunia. |
Peristiwa yang Mengubah Kehidupan Keluarga
Williams membesarkan keluarganya di Los Angeles dan merahasiakan pekerjaannya sebagai petinju profesional dari tiga putranya. Ia juga melarang mereka berkarier di dunia tinju karena pengalaman yang pernah dilaluinya.
Pilihan itu menunjukkan perubahan pandangan Williams terhadap olahraga tersebut. Tinju baginya tidak hanya menghadirkan persaingan, tetapi juga risiko besar yang dapat mengubah kehidupan seseorang.
Pertandingan di Virginia pada 2015 berakhir tragis setelah Colon menerima pukulan dari Williams ke bagian belakang kepala. Colon kemudian mengalami cedera otak parah, pingsan seusai laga, dan harus menjalani operasi otak darurat.
Tragedi tersebut terus melekat dalam kisah kedua petinju hingga kabar meninggalnya Colon muncul pada 13 Agustus 2026. Bagi Williams, peristiwa itu tetap menjadi beban yang memengaruhi hidup dan pilihannya jauh setelah pertandingan berakhir.






