Dari Bali hingga Betawi, Dua Tradisi Indonesia Pulang dengan Piala dari Wales

Dua tradisi dari Bali dan Betawi membawa pulang penghargaan dari Wales melalui Llangollen International Musical Eisteddfod 2026. Tari Sanghyang meraih Juara 1, sedangkan Tari Ondel-ondel Betawi memperoleh Juara 3.

Capaian tersebut diraih delegasi Yayasan Kiny Cultura Indonesia dalam dua kategori berbeda. Hasil ini memperlihatkan bahwa tradisi dari daerah yang berbeda dapat tampil dan bersaing dalam festival internasional yang sama.

Tari Sanghyang khas Bali menjadi penampil terbaik dalam kompetisi tari rakyat. Delegasi Indonesia mengungguli 17 grup pesaing yang berasal dari 14 negara.

Kelompok anak Indonesia tampil melalui Tari Ondel-ondel Betawi dalam kategori kelompok tari rakyat anak. Mereka meraih posisi ketiga di antara 10 grup dari delapan negara.

Asal TradisiTarianPrestasiLingkup Persaingan
BaliTari SanghyangJuara 117 grup dari 14 negara
BetawiTari Ondel-ondelJuara 310 grup dari 8 negara

Penampilan Budaya dalam Dua Kategori

Dua piala tersebut datang dari kategori yang memiliki karakter peserta berbeda. Kategori tari rakyat mempertemukan kelompok umum, sedangkan kategori kelompok tari rakyat anak diikuti penampil usia anak.

Keberhasilan Tari Sanghyang menjadi sorotan utama karena Indonesia keluar sebagai juara dari persaingan 17 grup. Di sisi lain, peringkat ketiga Tari Ondel-ondel menegaskan kontribusi penampil muda dalam delegasi tersebut.

CEO sekaligus Direktur Pendidikan dan Budaya Yayasan Kiny Cultura Indonesia, Kiki Puspita Sari, menyampaikan apresiasi atas hasil yang dicapai para peserta. Pernyataan Kiki dikutip detik seusai pencapaian delegasi Indonesia di Wales.

“Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa kekayaan budaya Indonesia, dari Sanghyang Bali hingga Ondel-ondel Betawi, mampu berbicara dan bersaing di panggung dunia,” ujar Kiki Puspita Sari. Menurutnya, penghargaan itu merupakan pengakuan atas kerja keras anak-anak Indonesia.

Dukungan Sebelum Keberangkatan

Delegasi muda Indonesia mendapat pelepasan langsung dari Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon sebelum berangkat ke Wales. Dukungan tersebut menjadi bagian dari apresiasi pemerintah bagi diplomasi budaya Indonesia.

Yayasan Kiny Cultura Indonesia telah menjalin hubungan kerja sama dengan penyelenggara festival sejak 2013. Yayasan itu juga merupakan perwakilan resmi Conseil International de la Danse atau CID UNESCO.

Dalam kerja sama tersebut, Kiny Cultura Indonesia telah mengirim 10 grup delegasi ke festival di Wales. Rombongan yang berangkat tidak hanya berupa kelompok tari, tetapi juga paduan suara dan ensambel musik.

Ajang Budaya Sejak 1947

Llangollen International Musical Eisteddfod merupakan festival musik dan tari yang telah digelar sejak 1947. Ajang di Wales itu dikenal sebagai salah satu festival tertua dan bergengsi, serta berafiliasi dengan UNESCO.

Partisipasi Indonesia dalam festival tersebut menambah ruang perjumpaan bagi berbagai bentuk seni pertunjukan daerah. Tahun 2026, perjumpaan itu menghasilkan dua penghargaan melalui Tari Sanghyang Bali dan Tari Ondel-ondel Betawi.

Kemenangan ini tidak hanya mencatat posisi Indonesia dalam daftar pemenang. Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa kekayaan budaya dari dua wilayah dapat dibawa bersama ke arena internasional oleh generasi muda.

Baca Juga