Dua Lapangan Gunung Geulis Jadi Ujian 100 Amatir di Panggung ADT

East Course dan West Course di Gunung Geulis Country Club akan menjadi ujian awal bagi 200 peserta The Indonesia Pro-Am 2026. Sebanyak 100 pegolf amatir harus beradaptasi dengan dua lapangan tersebut saat bermain bersama 100 pegolf profesional.

Turnamen berlangsung pada 19-21 Agustus 2026 di Bogor dalam rangkaian Asian Development Tour. Dua putaran pertama menggunakan kedua lapangan, sebelum persaingan berlanjut ke putaran final.

Karakter lapangan di kawasan pegunungan memberi tantangan tersendiri bagi setiap peserta. Adaptasi yang cepat menjadi penting, terutama bagi pegolf amatir yang mendapat kesempatan merasakan atmosfer kompetisi profesional.

President Director Gunung Geulis Country Club Agung Budiman mengatakan kedua lapangan akan disiapkan dalam kondisi terbaik. “Para peserta akan mendapatkan pengalaman yang berbeda ketika memainkan kedua course ini dalam atmosfer kompetisi ADT,” ujar Agung Budiman.

Kesempatan langka bagi pemain amatir

The Indonesia Pro-Am 2026 menjadi edisi keempat turnamen yang mempertemukan dua level peserta dalam satu arena. Format tersebut memberi pegolf amatir Indonesia kesempatan mengukur kemampuan sekaligus memperkuat mental bertanding.

Gunung Geulis Country Club juga telah dipercaya sebagai tuan rumah ajang ini sebanyak empat kali. Klub dengan dua lapangan 18-hole itu memiliki pengalaman menggelar berbagai turnamen ADT sejak 2016.

Meski menyediakan ruang pengembangan bagi pemain amatir, kompetisi tetap menyajikan persaingan berkelas internasional. Tiga edisi sebelumnya menghasilkan pasangan juara dari Thailand, Malaysia, Australia, dan Indonesia.

Perebutan hadiah dan nama-nama unggulan

Para pegolf profesional akan bersaing memperebutkan total hadiah US$150.000 dalam kategori individual dan pro-am. Kategori individual menyediakan US$125.000, sedangkan US$25.000 diperebutkan melalui kategori pro-am.

KategoriPesertaTotal Hadiah
Individual100 pegolf profesionalUS$125.000
Pro-amPegolf profesional dan amatirUS$25.000

Kevin Caesario Akbar dan Naraajie Emerald Ramadhan Putra menjadi dua pegolf Indonesia yang layak diperhatikan. Kevin memenangi edisi perdana pada 2023, sementara Naraajie telah mencatat tiga gelar ADT.

Naraajie menunjukkan persaingan ketat pada edisi 2025 ketika finis T3 dengan skor 14-under. Ia tertinggal satu pukulan dari Nopparat Panichphol asal Thailand yang menjadi juara.

Combiphar membawa tema “Championing A Healthy Tomorrow” pada penyelenggaraan yang bertepatan dengan perayaan 55 tahun perusahaan. Michael Wanandi selaku President Director Combiphar mengatakan ajang ini diharapkan memberi pengalaman kompetitif bagi amatir dan dukungan bagi prestasi profesional Indonesia.

Combiphar telah mendukung penyelenggaraan event ADT di Indonesia sejak 2016. Dukungan tersebut berlanjut ketika Nomura kembali mengambil peran sebagai sponsor utama pendamping pada turnamen tahun ini.

Yohei Akasaki, Managing Director International Wealth Management Nomura Singapore Limited, melihat antusiasme peserta amatir sebagai tanda kebutuhan terhadap event golf yang kompetitif. Dengan format pro-am dan tantangan dua lapangan, turnamen ini menjadi ruang bagi pegolf Tanah Air untuk mengasah kemampuan dalam tekanan pertandingan.

Baca Juga