Dovizioso Melihat Ancaman Aprilia, tetapi Yakin Marc Marquez Bisa Mengubah Persaingan

Andrea Dovizioso menilai Aprilia sedang memegang momentum penting dalam persaingan MotoGP 2026. Namun, ia tidak menutup kemungkinan Marc Marquez dan Ducati kembali menjadi pembeda pada sirkuit yang lebih menguntungkan.

Pandangan itu mengemuka setelah Aprilia menyapu tiga posisi podium balapan utama di Silverstone. Dovizioso meminta pabrikan tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika rival utamanya sedang menghadapi akhir pekan yang berat.

Peluang Aprilia dalam Perebutan Gelar

Jorge Martin memimpin klasemen sementara setelah seri ke-12 dengan keunggulan 31 poin atas Marco Bezzecchi. Marc Marquez menempati urutan keempat dan terpaut tiga poin dari Ai Ogura yang berada di posisi ketiga.

Dovizioso menunjuk Martin sebagai pembalap Aprilia yang paling siap bersaing untuk gelar 2026. Ia menilai Martin memiliki kemampuan yang kuat serta pengalaman menjadi juara dunia.

Bezzecchi juga dinilai menunjukkan karakter penantang gelar saat berani mengambil risiko demi mengamankan posisi ketiga. Keputusan itu diambil setelah ia pulih dari cedera.

Silverstone Memperlihatkan Kekuatan Aprilia

Pada balapan Minggu, 16 Agustus 2026, Raul Fernandez dari Trackhouse Racing meraih kemenangan. Jorge Martin finis kedua dan Marco Bezzecchi melengkapi podium di posisi ketiga.

Marc Marquez menyelesaikan balapan utama pada peringkat ketujuh dan finis kesembilan dalam sprint race. Francesco Bagnaia tidak meraih poin setelah mengalami kecelakaan, sedangkan Alex Marquez membawa Ducati finis keempat.

PembalapTim/MotorHasil Balapan Utama
Raul FernandezTrackhouse RacingJuara
Jorge MartinApriliaPosisi kedua
Marco BezzecchiApriliaPosisi ketiga
Alex MarquezDucatiPosisi keempat

Dovizioso menilai hasil tersebut memperlihatkan Aprilia sedikit lebih unggul daripada Ducati pada musim ini. Meski begitu, ia menegaskan perbedaan performa kedua pabrikan masih sangat kecil.

Silverstone sendiri disebut memiliki karakter ekstrem karena lintasannya lebar dan menuntut pembalap dalam berbagai aspek. Karena keunikan itu, hasil di Inggris tidak bisa menjadi patokan mutlak untuk seluruh musim.

Alex Marquez menjadi salah satu bukti Ducati tetap berpeluang kompetitif di trek tersebut. Dovizioso menilai ia sangat baik dalam mengelola cengkeraman ban dan mampu mendekati podium dengan selisih tipis.

Ducati Mengenal Sisi Lain Marc Marquez

Selain membahas persaingan pabrikan, Dovizioso menyoroti kualitas Marc Marquez sebagai figur di dalam tim. Ia menilai Ducati baru melihat sepenuhnya kapasitas kepemimpinan pembalap tersebut setelah bekerja dengannya secara langsung.

Dovizioso mengaku telah menangkap sisi itu sejak menjadi rival Marc dalam persaingan MotoGP. Menurutnya, Marc tidak hanya mengandalkan kemampuan alami ketika motor melaju cepat.

“Bagi saya, Marc adalah seorang pemimpin. Sekarang Ducati sudah memahami seperti apa Marc, sebelumnya mereka tidak melihat hal itu,” kata Dovizioso.

Ia melihat Marc bekerja dengan rencana yang jelas dalam setiap tindakan di lintasan dan di luar lintasan. Pendekatan tersebut, menurut Dovizioso, membuat orang-orang di sekelilingnya merasa nyaman.

Aprilia tetap diminta terus mengumpulkan poin karena Marc dapat kembali kuat di sirkuit lain, termasuk Aragon. Dovizioso bahkan melihat peluang Marc menciptakan selisih seperti yang pernah terjadi di Sachsenring.

Baca Juga