Borussia Dortmund membawa pelajaran penting menuju Franz Beckenbauer Supercup setelah bermain imbang 2-2 melawan AS Roma. Mereka sempat tertinggal 0-2 dalam sembilan menit pertama, lalu memulihkan keadaan sebelum jeda.
Hasil uji coba di Signal Iduna Park pada Sabtu (15/8/2026) itu memperlihatkan karakter bangkit Dortmund sekaligus masalah yang harus dievaluasi. FC Bayern München sudah menanti pada Sabtu mendatang sebagai juara bertahan.
Alarm pada Fase Awal Pertandingan
Roma langsung mengambil kendali pada menit-menit awal pertandingan. Paulo Dybala mencetak gol pembuka pada menit keempat lewat tembakan kaki kiri dari jarak dekat.
Lima menit kemudian, Bryan Cristante menambah keunggulan Roma. Gelandang tersebut menjebol gawang Dortmund melalui sundulan yang memanfaatkan umpan sepak pojok.
Dua gol dalam waktu singkat menempatkan tuan rumah dalam situasi sulit di hadapan pendukungnya sendiri. Situasi itu menjadi evaluasi penting karena Dortmund akan segera memasuki laga dengan tingkat persaingan lebih tinggi.
Ryerson dan Guirassy Mengubah Momentum
Dortmund memberi jawaban cepat melalui Julian Ryerson pada menit ke-12. Gol itu memangkas keunggulan Roma dan mengubah atmosfer pertandingan.
Serhou Guirassy menyusul dengan gol penyeimbang pada menit ke-28. Rangkaian gol di babak pertama tersebut memastikan kedudukan kembali imbang sebelum pertandingan memasuki fase berikutnya.
| Menit | Pemain | Klub | Perubahan Skor |
|---|---|---|---|
| 4 | Paulo Dybala | AS Roma | Dortmund 0-1 Roma |
| 9 | Bryan Cristante | AS Roma | Dortmund 0-2 Roma |
| 12 | Julian Ryerson | Borussia Dortmund | Dortmund 1-2 Roma |
| 28 | Serhou Guirassy | Borussia Dortmund | Dortmund 2-2 Roma |
Tidak ada gol lagi setelah Guirassy menyamakan kedudukan. Skor 2-2 pun bertahan hingga akhir pertandingan meski laga berjalan terbuka sejak awal.
Modal untuk Menantang Bayern
Pertandingan melawan Roma menjadi kesempatan bagi Dortmund untuk memperkenalkan skuat baru kepada publik Signal Iduna Park. Laga tersebut juga menguji cara tim merespons tekanan ketika tertinggal sejak menit awal.
Daya juang Dortmund dapat dibawa ke pertandingan melawan Bayern, tetapi pertahanan mereka harus lebih siap mengantisipasi serangan awal. Kebobolan dua kali dalam sembilan menit menjadi sisi negatif paling jelas dari laga tersebut.
Franz Beckenbauer Supercup akan mempertemukan Dortmund dengan Bayern yang datang sebagai juara bertahan. Karena itu, hasil imbang melawan Roma tidak hanya menjadi catatan pramusim, melainkan bahan pembenahan menjelang laga berikutnya.
Roma Femminile Mengutamakan Kebugaran
Dalam pertandingan pemanasan terpisah, Roma Femminile menelan kekalahan 0-1 dari tim wanita Borussia Dortmund. Pelatih Gianpiero Piovani mengatakan beban latihan memengaruhi kondisi para pemainnya bahkan sejak pemanasan.
“Sudah terlihat sejak pemanasan bahwa para pemain merasa lelah akibat beban latihan beberapa hari terakhir,” ujar Piovani. Ia menjelaskan bahwa timnya sedang menjalani porsi latihan berat dalam beberapa hari terakhir.
Piovani menilai Roma Femminile tetap mampu menciptakan banyak peluang gol. Namun, peluang tersebut tidak berbuah gol, sedangkan Dortmund mencetak gol dari satu-satunya tembakan tepat sasaran mereka.
“Kami memiliki banyak peluang gol dan kami kebobolan dari satu-satunya tembakan mereka ke gawang,” kata Piovani. Fokus tim saat ini adalah meningkatkan profil fisik pemain dan membangun fleksibilitas taktik, bukan mengejar hasil pertandingan uji coba.
“Kekalahan ini tentu harus membuat kita berpikir, kita harus bekerja keras untuk terus berkembang lebih baik lagi,” ujar Piovani. Roma Femminile akan memakai hasil itu sebagai bahan perbaikan sebelum kompetisi resmi dimulai.






