Muntah dan Sulit Bernapas, Djokovic Tersingkir Saat US Open Kian Dekat

Novak Djokovic mengalami pertandingan berat secara fisik saat tersingkir dari Cincinnati Masters 2026. Petenis Serbia itu terlihat kesulitan bernapas, sempat muntah, dan meminta waktu jeda medis ketika menghadapi Thiago Agustin Tirante.

Kondisi tersebut menambah kekhawatiran menjelang US Open yang dijadwalkan mulai pada 30 Agustus 2026. Djokovic kalah 2-6, 6-4, 6-4 pada babak kedua di Ohio, Amerika Serikat.

Pernyataan Djokovic soal Kondisi Tubuh

Djokovic mendapat bantuan dari fisioterapis dan dokter selama pertandingan berlangsung. Panas serta kelembapan tinggi menjadi latar pertandingan di Lindner Family Tennis Center pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Djokovic, cuaca bukan penjelasan tunggal atas kesulitan yang dialaminya. Ia mengaitkan masalah itu dengan gangguan kesehatan yang telah dihadapi selama bertahun-tahun.

“Kondisi bukan masalahnya. Ini karena masalah kesehatan yang saya alami selama bertahun-tahun,” kata Djokovic dalam konferensi pers. Ia menyebut masalah tersebut menyebabkan banyak kesulitan, terutama saat kelembapan dan panas tinggi.

Djokovic juga mengakui laga tersebut tidak menyenangkan baginya. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada lawannya.

“Pertama-tama, saya ucapkan selamat kepada lawan saya hari ini,” ujar Djokovic. Ia menambahkan bahwa pengalaman seperti itu bukan kali pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir.

Hasil yang Mengakhiri Kebiasaan Panjang

Tersingkir pada babak kedua menjadi hasil yang menonjol dalam perjalanan Djokovic di Cincinnati. Ia merupakan tiga kali juara turnamen tersebut.

Sejak 2007, Djokovic selalu setidaknya mencapai babak 32 besar Cincinnati. Kekalahan dari Tirante menghentikan rentetan panjang itu.

AspekCatatan Djokovic di Cincinnati
Hasil 2026Kalah dari Tirante pada babak kedua
Skor pertandingan2-6, 6-4, 6-4
Prestasi sebelumnyaTiga kali juara
Rekor sejak 2007Minimal mencapai babak 32 besar

Djokovic sebenarnya memulai pertandingan dengan kuat dan mengambil set pertama 6-2. Namun, Tirante mampu mempertahankan tekanan untuk merebut dua set selanjutnya dengan skor 6-4.

Setelah laga, Djokovic juga mengungkapkan ketidakpastian tentang kemungkinan kembali bermain di Cincinnati. “Saya berharap bisa kembali, tapi saat ini kemungkinan besar tidak,” katanya.

Tirante Mengukuhkan Perkembangannya

Bagi Tirante, kemenangan itu merupakan pencapaian besar dalam kariernya. Petenis Argentina peringkat ke-50 dunia tersebut meraih kemenangan pertama atas pemain top 3.

Djokovic menjadi pemain top 10 ketiga yang berhasil dikalahkan Tirante musim ini. Sebelumnya, ia telah mengalahkan Taylor Fritz dan Ben Shelton.

Tirante membukukan rekor 23-13 sepanjang musim serta mencatatkan 10-4 di ATP Masters 1000. Ia juga pernah mencapai babak 16 besar di Montreal dan Italian Open.

Forehand Tirante menjadi salah satu bagian penting dari penampilannya. TennisTemple.com mencatat kecepatan pukulan forehand-nya mencapai 193 km/jam.

Kecepatan tersebut disebut sebagai forehand tercepat musim ini di ATP Masters 1000. Data itu melengkapi gambaran peningkatan Tirante ketika bersaing pada level turnamen besar.

Tantangan Menjelang US Open

US Open akan menjadi agenda berikutnya yang menyita perhatian setelah kekalahan Djokovic di Cincinnati. New York juga berpotensi menghadirkan cuaca panas yang menuntut ketahanan fisik tinggi.

Dengan kondisi yang terlihat di Ohio, pemulihan Djokovic menjadi faktor penting sebelum memasuki turnamen tersebut. Sementara Tirante melanjutkan musimnya dengan kepercayaan diri dari kemenangan atas salah satu pemain elite tur.

Baca Juga