Panggilan Tetap Beb, Dea Annisa dan Mazaki Masih Beradaptasi sebagai Suami Istri

Dea Annisa dan Mazaki Ahmad belum mengubah panggilan mesra mereka setelah resmi menikah. Keduanya masih saling menyapa dengan sebutan yang biasa digunakan ketika berpacaran, seperti sayang dan beb.

“Sayang… Sayang… Beb, Sayang… Beb-beb… Sayangnya gitu-gitu aja,” kata Dea. Ia menyebut belum ada panggilan khusus yang muncul setelah status mereka berubah menjadi suami istri.

Keputusan untuk tetap memakai sapaan lama sejalan dengan cara keduanya menjalani masa awal pernikahan. Dea dan Mazaki tidak terburu-buru mengubah dinamika hubungan yang sudah mereka bangun sebelumnya.

Pasangan ini justru masih merasakan kecanggungan pada hari-hari awal sebagai suami istri. Dea mengatakan suasananya masih seperti berpacaran meski hubungan mereka kini telah sah.

Status Baru yang Masih Terasa Asing

“Kaya kita tuh lebih kayak jujurnya, masih canggung, kikuk gitu lho. Karena rasanya masih pacaran gitu,” ujar Dea Annisa. Pernyataan itu disampaikan saat ia ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Mazaki bahkan beberapa kali mengaku lupa bahwa ia telah resmi menjadi suami Dea. Bagi Dea, keadaan tersebut menjadi fakta unik yang mewarnai rumah tangga mereka.

Usia pernikahan yang baru satu minggu menjadi alasan keduanya masih berproses membiasakan diri. Dea menilai rasa kikuk itu wajar karena perubahan status tersebut masih sangat baru.

“Soalnya baru seminggu,” ujar Dea sambil tertawa. Pengalaman itu juga menunjukkan bahwa kebiasaan saat berpacaran masih terbawa dalam interaksi sehari-hari mereka.

Gurauan yang Berawal dari Kebiasaan Lama

Sebelum menikah, Dea dan Mazaki terbiasa menjaga batasan dalam hubungan mereka. Setelah menikah, kebiasaan tersebut sesekali memunculkan candaan di antara keduanya.

Dea mengatakan mereka sempat bergurau, “Berbuat dosa nggak ya.” Gurauan itu lahir karena pola pikir saat berpacaran masih terasa, meski mereka telah sah menjadi pasangan suami istri.

Dea dan Mazaki memilih menghadapi proses penyesuaian itu dengan ringan. Tidak ada keterangan mengenai perubahan besar yang ingin segera mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Menyerahkan Momongan kepada Allah

Di tengah masa adaptasi tersebut, pasangan ini belum menetapkan target untuk memiliki anak. Dea mengatakan ia dan Mazaki memilih berdoa serta menyerahkan urusan momongan kepada Allah.

“Kita sih lebih berdoa aja sama Allah, se-rezekinya dikasih sama Allah aja sih,” tutur Dea, dikutip dari Liputan6.com. Ia tidak menyampaikan adanya batas waktu atau rencana khusus mengenai kehadiran buah hati.

Dea juga belum mengetahui berat badannya setelah menikah karena belum menimbang badan. Perubahan yang ia sadari justru terjadi pada cincin pernikahannya yang terasa kebesaran.

“Jujur ngga tau! Ngga nimbang. Bahkan cincin aja kegedean,” pungkas Dea. Hari-hari awal pernikahan mereka pun masih diisi oleh sapaan lama, candaan, dan proses memahami status baru sebagai suami istri.

Baca Juga