Dareu AE6 V2 Legend Edition menawarkan polling rate hingga 8.000Hz melalui kabel maupun koneksi nirkabel 2,4GHz. Kemampuan itu memberi opsi respons maksimal bagi pemain kompetitif, tetapi dapat memangkas daya tahan baterai menjadi sekitar 40 hingga 50 jam.
Perbedaan waktunya sangat lebar dibandingkan mode 1.000Hz yang diklaim mampu bertahan lebih dari 330 jam. Pengguna pun perlu menentukan prioritas antara performa respons tinggi saat bermain atau masa pakai lebih panjang untuk penggunaan nirkabel sehari-hari.
Selisih Daya Tahan pada Dua Pengaturan
| Mode Penggunaan | Polling Rate | Estimasi Baterai |
|---|---|---|
| Mode standar | 1.000Hz | Lebih dari 330 jam |
| Mode performa maksimum | 8.000Hz | Sekitar 40-50 jam |
Mouse ini membawa baterai berkapasitas 500mAh serta indikator LED untuk menunjukkan status koneksi dan sisa daya. Firmware yang disertakan juga disebut dapat menyesuaikan konsumsi energi ketika perangkat dipakai untuk bermain gim maupun aktivitas desktop.
Lonjakan frekuensi pembaruan posisi mouse menjadi alasan utama meningkatnya kebutuhan daya pada mode tertinggi. Pada pengaturan 8.000Hz, perangkat mengirim pembaruan posisi lebih sering daripada saat memakai pengaturan standar 1.000Hz.
Koneksi Cepat Tidak Hanya Lewat Kabel
Menurut Gizmochina, AE6 V2 Legend Edition menggunakan pengendali Nordic 54L15 yang diproduksi dengan proses 22nm. Komponen ini memungkinkan polling rate 8.000Hz berjalan melalui koneksi 2,4GHz, bukan terbatas ketika mouse tersambung memakai kabel.
Dukungan tersebut menempatkan mouse ini pada segmen yang mengutamakan kecepatan respons untuk permainan kompetitif. Namun, penggunaan polling rate tertinggi sebagai pengaturan utama perlu mempertimbangkan frekuensi pengisian daya yang lebih sering.
Sensor untuk Gerakan Cepat
Dareu memasang sensor optik AIM-3955 PRO yang dikembangkan bersama PixArt pada perangkat ini. Sensor tersebut mendukung sensitivitas hingga 50.000 DPI, kecepatan pelacakan 750 IPS, dan akselerasi 60G.
Spesifikasi itu dirancang untuk menangani gerakan cepat dan kebutuhan presisi tinggi saat bermain. Tombol utamanya memakai switch mekanis Omron dengan ketahanan yang disebut mencapai 100 juta klik.
Perusahaan juga menerapkan rancangan tombol KBS Light untuk mengurangi jarak tekan awal. Rancangan tersebut ditujukan agar rasa klik tetap konsisten di berbagai area tombol utama.
Bodi Ringan Tanpa Cangkang Berlubang
Meski menggunakan bodi plastik solid, Dareu AE6 V2 Legend Edition memiliki bobot 59 gram. Produsen memilih rangka internal berbentuk kerangka untuk menjaga kekakuan struktur tanpa memakai cangkang berlubang.
Bagian luarnya dilapisi matte UV yang dirancang untuk membantu menahan keringat sekaligus meningkatkan genggaman. Pada bagian bawah, tersedia kaki mouse berbahan 100% PTFE untuk mendukung gerakan yang lebih mulus di atas mousepad.
Paket penjualannya turut mencakup grip tape yang sudah dipotong mengikuti bentuk perangkat. Dareu menyebut desain mouse ini lahir dari lebih dari 200 revisi cetakan selama tiga tahun dan ditujukan untuk gaya genggaman palm, claw, maupun fingertip.
Dareu AE6 V2 Legend Edition dipasarkan di China dengan harga 329 yuan. Harga tersebut menempatkan kombinasi sensor beresolusi tinggi, bobot ringan, dan koneksi 8.000Hz sebagai fokus utama perangkat ini.






