Mads Sondergaard kembali dari cedera kaki dengan penampilan yang langsung menentukan untuk Viborg. Dua sundulannya membawa tim tuan rumah menang 2-1 atas AGF sekaligus mengakhiri rentetan tiga tahun tanpa kemenangan atas lawan tersebut.
Gelandang itu baru pulih dari masalah kaki yang dialaminya sejak akhir April. Ia menjadikan laga melawan juara bertahan sebagai panggung comeback dengan mencetak seluruh gol Viborg.
Gol dari Dua Situasi Berbeda
Sondergaard membuka keunggulan ketika pertandingan baru memasuki menit ke-10. Ia menyundul bola dari situasi bola mati setelah AGF gagal mengantisipasi ancaman di area pertahanan mereka.
Kiper AGF, Jesper Hansen, dinilai kurang siap menghadapi peluang tersebut. Gol cepat itu memberi Viborg awal yang ideal, meski AGF kemudian lebih banyak mengendalikan permainan.
| Menit | Pencetak Gol | Tim | Jenis Peluang |
|---|---|---|---|
| 10 | Mads Sondergaard | Viborg | Bola mati |
| 30 | Frederik Emery | AGF | Umpan Markus Solbakken |
| 60 | Mads Sondergaard | Viborg | Umpan silang Oliver Bundgaard |
AGF menyamakan skor pada menit ke-30 melalui Frederik Emery. Gol tersebut lahir dari umpan matang Markus Solbakken yang diselesaikan Emery dengan terukur ke gawang Kasper Kiilerich.
Setelah jeda, AGF tetap mempertahankan dominasi penguasaan bola. Viborg tidak kehilangan kesabaran dan menunggu kesempatan untuk kembali menyerang dari sisi lapangan.
Momen itu muncul pada menit ke-60 saat Oliver Bundgaard mengirim umpan silang. Sondergaard menyambut bola dengan sundulan terarah yang membawa Viborg kembali memimpin 2-1.
Kiilerich Menjaga Kemenangan
Gol kedua Sondergaard membuat Viborg harus menghadapi gelombang serangan AGF hingga pertandingan berakhir. AGF memiliki sejumlah peluang, tetapi tidak berhasil mencetak gol tambahan.
James Bogere mendapat kesempatan besar sekitar 15 menit sebelum peluit panjang. Tembakannya mengenai mistar gawang dan membuat AGF gagal menyamakan kedudukan pada fase penting laga.
Bogere kembali memperoleh peluang pada menit-menit akhir ketika berhadapan langsung dengan Kiilerich. Sang kiper melakukan penyelamatan krusial untuk memastikan Viborg mempertahankan keunggulan satu gol.
Kemenangan ini memberi Viborg tambahan tiga poin dan total tujuh angka dari empat pertandingan. Raihan itu membuat mereka menyamai poin Brondby yang berada di puncak klasemen sementara.
Viborg menunjukkan bahwa penguasaan bola bukan satu-satunya penentu hasil pertandingan. Ketepatan memanfaatkan bola mati, umpan silang, dan penyelamatan akhir Kiilerich menjadi fondasi kemenangan yang dipimpin Mads Sondergaard.






