Celtic menambah pilihan taktik jelang laga play-off Liga Champions melawan LASK, Rabu mendatang. Klub asal Glasgow itu merekrut Haissem Hassan dari Real Oviedo untuk memperkuat serangan dari sisi lapangan.
Kehadiran winger berusia 24 tahun tersebut dapat memberi Martin O’Neill pemain yang berani membawa bola dan menciptakan peluang. Hassan dikenal sebagai pemain kidal yang lazim ditempatkan di sayap kanan.
Celtic sedang membutuhkan kedalaman baru setelah lebih dari selusin pemain meninggalkan skuad usai double winners musim lalu. O’Neill menekankan kualitas dalam proses penguatan tim untuk menghadapi persaingan domestik dan Eropa.
Hassan bergabung dengan kontrak empat tahun yang memuat opsi perpanjangan satu tahun. Perekrutannya menambah satu profil berbeda bagi Celtic yang baru saja menang telak 5-1 atas Kilmarnock.
Alternatif untuk Susunan Serangan
Dalam proyeksi lini depan Celtic, Hassan berpeluang menjadi pilihan utama di sisi kanan. Kasper Hogh dapat mengambil posisi penyerang tengah, sedangkan Camilo Duran menyediakan fleksibilitas untuk bermain dari sisi kiri.
O’Neill juga dapat memakai dua penyerang jika situasi pertandingan menuntut pendekatan yang lebih langsung. Hassan dapat memasok bola dari area lebar dan membantu membangun hubungan antara lini tengah dengan pemain depan.
| Pemain | Asal Klub | Posisi |
|---|---|---|
| Haissem Hassan | Real Oviedo | Winger |
| Kasper Hogh | Bodo/Glimt | Striker |
| Camilo Duran | Qarabag | Penyerang/Winger |
Hassan merupakan rekrutan ketiga Celtic pada bursa transfer musim panas ini. Hogh dan Duran lebih dahulu didatangkan untuk memperkuat barisan depan.
Tambahan ini menunjukkan upaya Celtic membentuk ulang komposisi menyerang, bukan sekadar mengisi posisi yang kosong. Setiap pemain baru menawarkan karakter berbeda bagi O’Neill dalam menentukan pola permainan.
Dribel yang Menarik Perhatian
Nilai menonjol Hassan terletak pada kemampuannya menyerang lawan melalui dribel. Ia mencatat rata-rata 6,4 percobaan dribel per 90 menit ketika tampil bersama Mesir di Piala Dunia 2026.
Jumlah menit bermainnya di turnamen itu hanya mencapai 126 menit karena kendala registrasi pada fase grup. Kendati demikian, aksinya tetap cukup untuk memperlihatkan kecenderungan bermain agresif dari sisi lapangan.
Salah satu momennya hadir saat Mesir menghadapi Argentina. Hassan melewati Enzo Fernandez dan mengirim assist untuk Mostafa Zico, walau Mesir akhirnya kalah 3-2 dalam laga kontroversial tersebut.
Kemampuan seperti itu dapat menjadi pembeda bagi Celtic ketika menghadapi lawan yang menjaga area tengah dengan rapat. Pemain sayap yang mampu melewati penjagaan dapat menciptakan ruang bagi rekan-rekannya.
Pengalaman Sebelum Tiba di Glasgow
Hassan membawa pengalaman dari beberapa klub Spanyol sebelum meninggalkan Real Oviedo. Ia pernah memperkuat Villarreal B, Mirandes, Sporting Gijon, serta membantu Oviedo promosi ke La Liga.
Oviedo memang kembali terdegradasi pada musim lalu, tetapi perjalanan Hassan di berbagai klub membuatnya terbiasa dengan tuntutan kompetisi yang ketat. Rekam jejak itu turut membuatnya menarik bagi sejumlah klub Eropa.
O’Neill mengatakan Celtic menghadapi persaingan dalam mengejar tanda tangan Hassan. “Klub telah bekerja sangat baik untuk mendapatkan pemain dengan kualitas seperti dia, di tengah minat dari banyak klub lain,” ujar O’Neill.
Ia menilai Hassan memiliki kemampuan dan pengalaman yang diperlukan untuk bermain di tingkat tinggi. Bagi Hassan, minat Celtic juga menjadi alasan kuat untuk memilih kepindahan ke Glasgow.
“Ini adalah momen luar biasa dan kehormatan nyata bagi saya. Begitu mendengar Celtic tertarik, saya tahu saya harus berada di sini,” kata Hassan.
Laporan Media Indonesia menyebut pemain tersebut kemungkinan menempati peran penting di sayap kanan. Seberapa cepat ia beradaptasi akan menjadi salah satu perhatian Celtic saat mempersiapkan duel melawan LASK.






