Setelah Piala Dunia 2026, CBF Tetap Percaya Ancelotti dan Menolak Perubahan

CBF memilih mempertahankan Carlo Ancelotti hingga Piala Dunia 2030 meski Brasil terhenti pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sikap itu sekaligus memperjelas bahwa pelatih asal Italia tersebut tidak akan membuka pintu bagi Timnas Italia dalam waktu dekat.

Direktur Sepak Bola CBF Rodrigo Caetano menyatakan Ancelotti tetap memegang tanggung jawab sepanjang siklus menuju 2030. Brasil tidak ingin kembali menjalani proyek tanpa panduan jangka panjang yang stabil.

Stabilitas Menjadi Pilihan CBF

Hasil di Piala Dunia 2026 tidak mengubah posisi Ancelotti di kursi pelatih Brasil. CBF menilai kesinambungan kerja lebih penting daripada respons singkat setelah kegagalan dalam satu turnamen.

Menurut Caetano, pengalaman pada Piala Dunia sebelumnya menunjukkan dampak dari minimnya arah jangka panjang. Karena itu, CBF mempertahankan rencana yang telah diberikan kepada Ancelotti sejak ia mulai bekerja pada Mei 2025.

Perpanjangan kontrak pada Mei 2026 membuat masa kerja Ancelotti berlaku hingga Piala Dunia 2030. Masa tugas tersebut memberinya waktu untuk membangun tim dengan target utama membawa Brasil meraih gelar dunia keenam.

WaktuPerkembanganPosisi Ancelotti
2018Italia mencari pelatih setelah Gian Piero Ventura dipecat.Ancelotti menolak peluang tersebut.
Mei 2025Ancelotti mulai memimpin Brasil.Memulai proyek bersama Seleção.
Mei 2026CBF memperpanjang kontrak hingga 2030.Mandat jangka panjang dipastikan.
Juli 2026Italia kembali mengajukan proposal.Ancelotti kembali memberi penolakan.

Proyek yang Berbeda bagi Ancelotti

Pada April 2022, Ancelotti pernah menjelaskan alasan penolakannya terhadap tawaran Italia. “Saya menolak karena saya tidak merasa ingin melakukannya,” ujarnya saat membahas pekerjaan di level tim nasional.

Ancelotti kala itu menyebut dirinya lebih menyukai dinamika harian di klub. Aktivitas bersama tim nasional dinilainya berpotensi mengurangi gairah terhadap sepak bola karena ritmenya berbeda.

Brasil menjadi pengecualian yang memperlihatkan daya tarik sebuah proyek internasional dengan konteks kuat. Negara tersebut menawarkan target besar, kontrak panjang, serta hubungan personal Ancelotti dengan sepak bola Brasil.

Pada Oktober 2025, Ancelotti telah menyatakan ambisi mengejar Piala Dunia keenam untuk Brasil. Ia juga menyinggung kedekatan dengan sepak bola negara itu yang terbangun sejak dekade 1980-an.

Selama kariernya, ia telah bekerja dengan 34 pemain Brasil. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan yang membuat tugas di Seleção memiliki makna berbeda dibanding peluang lain di level tim nasional.

Dampak bagi Italia

Penolakan terbaru memperpanjang pencarian FIGC untuk menemukan pelatih baru. Federasi sepak bola Italia disebut akan mengarahkan perhatian kepada Josep Guardiola sebagai kandidat berikutnya.

Italia sudah pernah menerima jawaban serupa dari Ancelotti pada 2018. Saat itu, Azzurri baru gagal lolos ke Piala Dunia dan kehilangan Ventura sebagai pelatih.

Kontrak hingga 2030 membuat peluang Italia untuk kembali mendekati Ancelotti semakin terbatas. Selain menjaga kesepakatan kerja, sang pelatih juga mendapat dukungan terbuka dari CBF untuk meneruskan programnya.

Laporan Liputan6 menyebut keputusan Brasil mempertahankan Ancelotti merupakan bagian dari upaya membangun fondasi menuju 2030. Ancelotti pun berpeluang menjadi pelatih asing pertama yang membawa Brasil ke Piala Dunia dalam lebih dari 60 tahun.

Dengan kondisi tersebut, Brasil dapat melanjutkan persiapan tanpa pergantian pelatih dalam waktu dekat. Sementara itu, Italia harus menyusun langkah baru setelah satu lagi upaya untuk mendapatkan Ancelotti berakhir tanpa hasil.

Baca Juga