Panggung Bernadya Berubah Jadi Dunia Mimpi, “Rabun Jauh” Tampil Serba Buram

Bernadya membawa penonton ke dunia mimpi melalui videotron berbentuk lingkaran, kostum tidur, dan perubahan visual yang mengikuti setiap lagu. Namun, suasana itu berubah drastis ketika “Rabun Jauh” tampil dengan pandangan panggung yang sengaja dibuat buram.

Pertunjukan bertajuk Semoga Hanya di Mimpi digelar di Tennis Indoor Senayan pada Sabtu (25/7/2026). Showcase tersebut menempatkan tata panggung sebagai bagian dari cerita yang mengiringi materi musik Bernadya.

Gambar Buram Menutup Pandangan Panggung

Bagian “Rabun Jauh” menggunakan hamparan plastik di sisi kiri dan kanan panggung untuk menutupi pandangan ke arah Bernadya. Konsep yang diarahkan Edy Khemod itu diperkuat oleh seluruh videotron yang menayangkan gambar buram.

Pilihan tersebut selaras dengan judul lagu dan menghasilkan kontras dengan bagian awal pertunjukan. Pada awal acara, dunia mimpi ditampilkan secara lebih terbuka melalui visual yang terus berubah.

Videotron raksasa berbentuk lingkaran menjadi elemen paling menonjol di tengah panggung. Letaknya yang sedikit menjorok ke depan menciptakan kesan seperti lampu sorot besar yang mengarahkan fokus penonton.

Bernadya membuka showcase dengan senandung “Untungnya, Hidup Harus Terus Berjalan” ketika gambar bumi berputar tampil pada layar. Ia lalu muncul dari sebuah kotak dengan baju tidur yang dipadukan celana jins biru.

Para personel band pengiring juga mengenakan pakaian tidur untuk memperkuat tema mimpi. Nuansa itu hadir dalam kostum dan visual sepanjang act pertama.

ElemenBagian AwalBagian “Rabun Jauh”
Visual layarAlam mimpi dan gambar bumi berputarGambar buram
Pandangan panggungTerbukaDisekat hamparan plastik

Lagu Baru Membawa Warna 2000-an

Act pertama diisi lagu-lagu baru dari album Semoga Hanya di Mimpi, termasuk “Laut yang Tenang” dan “Peluk Aku Sekarang!”. Bernadya juga membawakan “Wanita Tak Punya Malu”, “Kita Buat Menyenangkan”, “Belum Sempat Kenal”, serta “Sebelum Jadi Panjang”.

Album tersebut disebut Bernadya sebagai ruang untuk mencoba hal-hal di luar kebiasaannya. Ia melibatkan banyak produser baru, meski tetap bekerja bersama Randy Pandugo.

“Aku mencoba keluar dari zona nyamanku ketika menggarap album ini. Makanya di sini ada banyak produser baru yang terlibat,” kata Bernadya.

Randy Pandugo kemudian tampil membawa gitar dan menyanyikan “Ini Bukan Mimpi” bersama Bernadya. Duet itu menjadi penutup act pertama yang menampilkan materi album baru.

Berakhir dalam Sesi Sing Along

Setelah duet tersebut, konsep pertunjukan berganti menjadi sesi sing along bersama penggemar. Lagu-lagu hits Bernadya menjadi penghubung antara suasana panggung yang teatrikal dan partisipasi penonton.

Menurut Kompas.com, panggung, kostum, dan visual dalam showcase ini digunakan untuk mengikat materi album baru dengan momen kebersamaan. Dengan demikian, perubahan set tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga penanda perjalanan pertunjukan.

Baca Juga