Pengeluaran lebih dari 400 juta paun untuk memperkuat skuad belum membawa Liverpool meraih trofi pada musim lalu. Sejumlah pemain baru dengan nilai mahal juga disebut belum mampu memenuhi ekspektasi yang mengiringi kedatangan mereka.
Hasil tersebut menjadi sorotan karena Liverpool sebelumnya menjuarai Premier League 2024/2025. Status unggulan yang mereka bawa tidak sejalan dengan akhir musim yang hanya menghasilkan posisi kelima di liga.
Finis kelima memang membawa Liverpool ke Liga Champions, tetapi jalurnya tidak sepenuhnya berada dalam kendali tim. Premier League mendapat tambahan kuota UEFA sehingga posisi itu cukup untuk mengamankan tiket Eropa.
Kepastian tersebut baru didapatkan pada pekan terakhir kompetisi. Dalam keadaan normal, posisi lima tidak otomatis menjamin kesempatan tampil di Liga Champions.
Peringatan dari Chiesa
Federico Chiesa menilai Liverpool harus menjadikan musim lalu sebagai bahan evaluasi keras. Ia meminta tim meningkatkan performa di kompetisi domestik serta saat menghadapi persaingan Eropa.
“Kami beruntung. Musim yang sulit dan kami harus tampil lebih baik musim ini, termasuk di Liga Champions. Saya rasa skuad kami bisa melakukannya,” ujar Chiesa.
Menurut Chiesa, kelolosan itu tidak cukup untuk menutupi kenyataan bahwa Liverpool hampir gagal merebut tiket kompetisi elite tersebut. Ia menilai klub dengan riwayat juara seperti Liverpool seharusnya menetapkan target yang lebih tinggi.
“Liverpool pantas mendapatkan lebih. Kami adalah juara Premier League dua tahun lalu. Musim lalu, kami nyaris gagal ke Liga Champions. Kami berjuang finis kelima, yang mana itu cukup tapi kami tahu biasanya cuma empat klub,” kata Chiesa kepada The Athletic.
| Musim atau Periode | Hasil | Catatan |
|---|---|---|
| Premier League 2024/2025 | Juara | Datang sebagai salah satu unggulan |
| Musim lalu | Finis kelima | Tiket Liga Champions terbantu tambahan kuota UEFA |
Perubahan di Bangku Manajer
Upaya memperbaiki hasil kini berlangsung dengan perubahan di posisi manajer. Arne Slot telah digantikan oleh Andoni Iraola untuk memberi dorongan baru kepada tim.
Peralihan tersebut menambah harapan bahwa Liverpool dapat menemukan kembali konsistensi yang hilang pada musim lalu. Perbaikan dibutuhkan sejak awal agar tim tidak kembali bergantung pada situasi kuota di akhir kompetisi.
Sport.detik.com mencatat tambahan jatah UEFA menjadi alasan utama posisi kelima Liverpool akhirnya cukup. Faktor koefisien itu membantu klub, tetapi tidak menggeser empat besar sebagai standar umum kelolosan.
Liverpool kini dituntut mengubah investasi besar dan kualitas skuad menjadi hasil yang lebih nyata. Targetnya bukan sekadar kembali berada di Liga Champions, melainkan bersaing di papan atas Premier League dengan standar yang sesuai dengan status mereka.






