Bangladesh Permalukan Australia di Darwin, Test Mackay Jadi Ujian untuk Bangkit

Bangladesh mencatat kemenangan sembilan wicket atas Australia dalam pertandingan Test di Darwin. Hasil tersebut sangat kontras dengan posisi kedua tim, karena Australia berada di peringkat teratas dunia sementara Bangladesh menempati peringkat kesembilan.

Kemenangan Bangladesh menempatkan Australia dalam situasi mendesak menjelang pertemuan berikutnya di Mackay, Queensland, pada 22 Agustus. Tim tuan rumah perlu menemukan respons cepat sebelum menjalani tur tiga Test ke Afrika Selatan.

Disiplin Bangladesh Menjadi Pembeda

Bangladesh mampu menjaga kendali permainan ketika Australia gagal membangun skor yang kokoh. Kesabaran dan kedisiplinan batting lawan mendapat pengakuan langsung dari pelatih Australia, Andrew McDonald.

“Mereka memainkannya dengan sangat baik. Keseluruhan unit batting mereka sangat sabar dan disiplin,” ujar McDonald. Permainan tersebut membuat tekanan Australia tidak berkembang sepanjang pertandingan.

Mehidy Hasan Miraz berperan besar dalam kemenangan itu melalui angka bowling 5/66. Catatan tersebut jauh lebih baik dibandingkan Nathan Lyon yang membukukan 1/125 untuk Australia.

Meski demikian, McDonald tidak ingin menilai Lyon hanya dari satu pertandingan. Ia tetap membela spinner senior tersebut dan menekankan bahwa performa keseluruhan tidak dapat disimpulkan dari satu hasil.

PemainPerformaKeterangan
Mehidy Hasan Miraz5/66Kontribusi penting bagi Bangladesh
Nathan Lyon1/125Spinner senior Australia
Marnus Labuschagne1 dan 31 runTanpa abad dalam 42 inning
Jake Weatherald23 dan 0 runRata-rata 20,36 setelah 12 inning

Australia Gagal Menjaga Standar

Pat Cummins menilai kekalahan tersebut tidak hanya berakar pada 198 run yang dibuat Australia pada hari pertama. Kapten itu menyebut persoalan tim terlihat sepanjang laga, bukan dalam satu fase tertentu.

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya pekerjaan rumah Australia menjelang Test kedua. Perbaikan tidak cukup hanya mengandalkan satu perubahan, karena masalah muncul pada fondasi skor dan kemampuan menjaga tekanan.

Menurut rediff.com, kekalahan di Darwin termasuk salah satu hasil paling memalukan dalam sejarah 150 tahun kriket Australia. Sorotan pun mengarah pada pemain-pemain yang belum memberi kontribusi sesuai harapan.

Lini Batting Menunggu Jawaban

Marnus Labuschagne hanya mencetak 1 dan 31 run, yang memperpanjang rentetan tanpa abadnya menjadi 42 inning. McDonald mengakui Australia membutuhkan angka yang lebih besar dari pemain tersebut.

“Kita menginginkan angka yang besar,” kata McDonald. Ia menilai Labuschagne terlihat cukup baik sebelum berhenti pada 31 run di inning kedua.

Jake Weatherald juga belum mampu meredakan tekanan setelah mencetak 23 dan 0 run. Rata-rata 20,36 dari 12 inning membuat posisinya dalam pembahasan seleksi kembali mengemuka.

Mackay dan Dilema Perubahan

Desakan pergantian pemain mulai menguat, tetapi pilihan Australia tidak luas. Tidak adanya kompetisi domestik yang sedang berlangsung membatasi ruang untuk mencari alternatif baru.

Josh Inglis menjadi satu-satunya cadangan dalam skuad berisi 13 pemain. Namun, pengalaman serta posisi idealnya dalam susunan batting masih menjadi pertanyaan bagi tim.

McDonald memahami tuntutan publik agar Australia segera membuat perubahan. Namun, ia menegaskan setiap keputusan harus dipertimbangkan dengan matang ketika Test Mackay menjadi kesempatan untuk membuktikan perbaikan di lapangan.

Baca Juga