Visual Karibia Memukau di Black Flag Resynced, Namun Duel Edward Kehilangan Pilihan

Assassin’s Creed Black Flag Resynced menghadirkan Karibia abad ke-18 dengan peningkatan visual besar, tetapi pembaruan ini juga memangkas sejumlah opsi bertarung Edward Kenway. Pemain tidak lagi dapat bertarung dengan tangan kosong, melucuti musuh, maupun memakai senjata lawan yang jatuh di arena.

Perubahan tersebut menjadi kompromi yang menonjol karena sistem pertarungan baru justru dirancang lebih menuntut. Pemain perlu membaca bar postur lawan, mengandalkan dodge dan parry, lalu mencari celah untuk melancarkan serangan balik.

Pertarungan Lebih Terarah

Rope Dart kini dapat digunakan lebih awal untuk menarik musuh dari jarak jauh dan membuka pilihan serangan. Sementara itu, Hidden Blade beralih fungsi sebagai animasi eksekusi saat stealth, bukan senjata utama dalam pertempuran terbuka.

Menurut ulasan Medcom.id, hilangnya sejumlah mekanik lama menjadi salah satu kompromi yang paling terasa di tengah pembaruan permainan. Sistem duel yang lebih terstruktur membuat pemain harus mengandalkan waktu pertahanan dan posisi, bukan sekadar memanfaatkan senjata di sekitar.

Perubahan juga berlaku pada pendekatan diam-diam di daratan. Tombol jongkok manual dan indikator deteksi yang lebih jelas memberi pemain kendali lebih besar saat menghindari penjaga.

Misi membuntuti dan menguping tidak lagi langsung gagal ketika Edward terlihat oleh musuh. Pemain masih bisa mengambil jalur lain untuk mengejar tujuan, sehingga kegagalan kecil tidak selalu menghentikan misi.

Parkour dan Dunia yang Lebih Lancar

Pergerakan Edward Kenway di kawasan perkotaan dibuat lebih mengalir dengan kembalinya teknik back eject dan side eject. Jalur panjat juga diberi penanda cat kapur putih untuk membantu pemain mengenali rute menuju bagian atas bangunan.

Peningkatan teknis paling terlihat pada pencahayaan, pantulan air, serta kondisi laut yang kini memuat busa ombak dan arus badai dinamis. Ruangan tertutup dan gua turut memperoleh pencahayaan yang lebih realistis dengan gangguan kebocoran cahaya yang dikurangi.

Havana, Kingston, dan Nassau kini dapat dimasuki tanpa layar pemuatan saat pemain berpindah dari laut ke daratan. Pada PC, integrasi PSO pre-warming disebut membantu mengurangi stuttering yang sebelumnya dapat muncul akibat kompilasi shader.

InformasiDetail
PlatformPS5, PC, Xbox Series X/S
PengembangUbisoft Singapore
PenerbitUbisoft
Tanggal rilis9 Juli 2026
GenreAction-Adventure

Untuk menjalankan resolusi tinggi secara optimal, spesifikasi rekomendasi mencantumkan NVIDIA GeForce RTX 3060 atau AMD Radeon RX 6600XT. Pengembangan game ini ditangani Ubisoft Singapore dengan Anvil Engine versi terbaru.

Laut yang Memaksa Pemain Lebih Taktis

Pertempuran laut tetap menjadi bagian utama petualangan, dengan kapal lawan yang kini memiliki kecerdasan buatan lebih agresif dan tembakan lebih akurat. Kondisi tersebut membuat manuver Jackdaw, pertahanan, serta pemilihan waktu serangan menjadi jauh lebih penting.

Jackdaw memperoleh Continuous Heated Shots untuk meriam sisi, Double Shot pada meriam haluan, dan Shrapnel Barrels untuk menyerang area belakang kapal. Pemain juga dapat merekrut tiga perwira opsional yang masing-masing memiliki misi perekrutan serta kemampuan taktis berbeda.

Lucy Baldwin menjadi salah satu perwira yang dapat direkrut dan membawa kemampuan Perfect Brace. Kemampuan itu dapat meminimalkan kerusakan meriam atau mortar apabila tombol pertahanan ditekan pada waktu yang tepat.

Eksplorasi bawah laut melalui bel selam turut diperluas lewat rute berenang yang diperbaiki dan ancaman hiu yang lebih menegangkan. Pembaruan ini memperkaya aktivitas laut sekaligus menambah tekanan saat pemain mencari harta di bawah permukaan.

Cerita Edward Lebih Padat

Kisah tetap berpusat pada Edward Kenway, mantan tentara bayaran Inggris yang memilih menjadi bajak laut demi keuntungan. Keputusannya membawanya ke konflik antara Ordo Assassin dan Ksatria Templar, termasuk pertemuannya dengan Kidd serta Blackbeard.

Segmen dunia modern sudut pandang orang pertama di kantor Abstergo Industries dihapus sepenuhnya. Alur cerita pun lebih fokus pada perjalanan bajak laut tanpa perpindahan berkala ke dunia modern.

Kontinuitas modern kini disambungkan melalui Animus Hub dan misi akhir The Black Tides dari Assassin’s Creed Shadows yang dirilis pada Juni 2026. Koneksi itu membuka hadiah kosmetik bertema Jepang untuk digunakan dalam game ini.

Blackbeard dan Stede Bonnet memperoleh porsi cerita tambahan, sedangkan delapan misi endgame linier menyoroti konflik Edward melawan Maynard. Tambahan tersebut melengkapi Karibia yang tampil lebih indah, meski kebebasan bertarungnya tidak lagi seluas versi lama.

Baca Juga