Akademi Persib Cimahi (APC) gagal mempertahankan gelar U-13 Boys setelah kalah 0-2 dari Selection Elite pada final Gothia Cup 2026. Di tengah hasil tersebut, Putri Tangsel City FC justru membuka babak baru dengan menjadi tim putri Indonesia pertama yang mencapai Play-off A.
Kontras dua hasil itu menjadi catatan penting bagi wakil Indonesia di Gothenburg, Swedia. Gothia Cup 2026 digelar pada 12-19 Juli 2026 dan mempertemukan APC serta Putri Tangsel City dalam kategori usia yang berbeda.
Final yang Menghentikan Laju APC
APC menjalani turnamen sebagai juara bertahan dan tampil meyakinkan sebelum final. Mereka memenangi delapan pertandingan awal, termasuk tiga kemenangan beruntun pada fase grup.
Kalmar FF menjadi lawan pertama yang dikalahkan APC dengan skor 1-0. Setelah itu, Rozova Dolina dan Sandarna BK ditaklukkan dengan skor masing-masing 4-0 dan 7-0.
| Tahap | Catatan APC | Hasil |
|---|---|---|
| Fase grup | 3 pertandingan | 3 kemenangan |
| Fase gugur hingga semifinal | 5 pertandingan | 5 kemenangan |
| Final | Melawan Selection Elite | Kalah 0-2 |
| Total turnamen | 9 pertandingan | 39 gol, 7 kebobolan |
Ketika memasuki fase gugur, APC menang 10-1 atas IK Franke dan 5-0 atas Skelleftea FF. Mereka juga mengalahkan 354 FC 4-1, Alvsjo AIK FF 2-0, serta Dragones FC 6-3 untuk mengamankan tiket final.
Selection Elite asal Prancis kemudian menjadi satu-satunya tim yang mampu menghentikan APC di laga terakhir. Skor 0-2 membuat tim Cimahi itu menyelesaikan kompetisi sebagai runner-up U-13 Boys.
Andik Wahyu Jati menjadi pencetak gol terbanyak APC dengan delapan gol. Catatan 39 gol dalam sembilan laga menunjukkan produktivitas tim yang tetap tinggi sepanjang kompetisi.
Pelatih APC Agi Maulana mengatakan timnya tetap bangga dapat kembali mencapai pertandingan puncak. “Pertama, kami sangat bersyukur dan bangga bisa kembali mencapai puncak tournament Gothia Cup walau keluar sebagai runner-up,” kata Agi dalam keterangan pers.
Ia menilai ketatnya kompetisi memberi pembelajaran berharga bagi para pemain muda. Agi juga menyoroti semangat belajar, kedisiplinan, dan kekuatan mental yang ditunjukkan tim hingga akhir perjalanan.
Putri Tangsel City Menembus Play-off A
Putri Tangsel City tampil pada kategori U-15 Girls dan memulai fase grup dengan kemenangan 3-0 atas Storfors AIK. Tim asal Tangerang Selatan tersebut juga menang 1-0 atas Ronninge Salem.
Kekalahan 0-3 dari Marin FC asal Amerika Serikat tidak menutup peluang mereka. Putri Tangsel City tetap berhak masuk Play-off A atau babak 32 besar berkat dua kemenangan di grup.
| Tahap | Lawan | Hasil Putri Tangsel City |
|---|---|---|
| Fase grup | Storfors AIK | Menang 3-0 |
| Fase grup | Marin FC | Kalah 0-3 |
| Fase grup | Ronninge Salem | Menang 1-0 |
| Play-off A, 32 besar | Groseko FSA | Kalah 0-2 |
Langkah Putri Tangsel City dihentikan Groseko FSA asal Spanyol setelah kalah 0-2. Meski berhenti pada babak 32 besar, mereka tercatat sebagai wakil putri Indonesia pertama yang berhasil mencapai fase tersebut di Gothia Cup.
Pelatih Muhamad Heru mengapresiasi semangat pemain selama berkompetisi di Swedia. “Pengalaman di Gothia Cup 2026 akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi perkembangan mereka ke depan dan mudah-mudahan menjadi motivasi untuk terus bermimpi lebih besar,” ujarnya.
Panggung Internasional untuk Talenta Muda
Partisipasi kedua tim merupakan bagian dari program SKF Care melalui Meet The World with SKF. Program ini memberikan kesempatan kepada talenta muda Indonesia untuk tampil di level internasional.
Selain pertandingan, program tersebut mengusung nilai sportivitas, kepemimpinan, kerja sama tim, fair play, dan persahabatan lintas budaya. Ratih Juwita menilai hasil APC dan Putri Tangsel City menunjukkan pemain muda Indonesia dapat bersaing secara konsisten di level dunia.
Chandra Syahriar dari Cantrik ACL juga menilai capaian Indonesia dalam dua tahun terakhir mencerminkan pembinaan usia muda yang kian kompetitif. Dalam periode itu, Indonesia mencatat hasil juara, runner-up, serta sejarah baru pada kategori putri.






