Satu-Satunya Tim EV Penerima PR Award, Anargya ITS Pulang dengan 3 Penghargaan

Anargya ITS menjadi satu-satunya tim Electric Vehicle yang menerima PR Award di Formula SAE Japan 2026. Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember itu menempati peringkat kedua dalam kategori komunikasi proses engineering dan inovasi.

Penghargaan tersebut melengkapi dua capaian lain yang dibawa pulang tim bernomor E21, yakni satu juara pertama dan satu juara kedua. Anargya EV Team ITS membuktikan bahwa pengembangan kendaraan kompetisi juga memerlukan dokumentasi serta komunikasi publik yang kuat.

Komunikasi Menjadi Bagian dari Engineering

PR Award diraih melalui kolaborasi tim Public Relations dan Visual Media Anargya ITS. Keduanya mengemas proses riset dan pengembangan kendaraan agar dapat dipahami oleh audiens yang lebih luas.

Dalam kompetisi kendaraan formula mahasiswa, kemampuan menjelaskan inovasi sama pentingnya dengan proses pengerjaan di bengkel. Tim perlu menunjukkan nilai dari keputusan teknis dan pengembangan teknologi yang mereka lakukan.

KategoriHasil Anargya ITSAspek yang Dinilai
Best Three-View Drawing AwardJuara 1Ketepatan gambar teknik kendaraan
MathWorks Modeling AwardJuara 2Pemodelan sistem kendaraan
PR AwardJuara 2Komunikasi engineering dan inovasi

Gambar Teknik Mengungguli Dua Kampus Jepang

Penghargaan juara pertama Anargya ITS diperoleh dari Best Three-View Drawing Award. Tim ini mengungguli Nagoya Institute of Technology dan Sophia University dalam penilaian gambar teknik kendaraan.

Juri menilai akurasi gambar dari tampak depan, samping, dan atas. Dokumen tersebut menjadi gambaran teknis mengenai integrasi setiap komponen pada kendaraan yang dirancang tim.

Keberhasilan pada kategori ini menunjukkan presisi Anargya ITS dalam menyusun dokumentasi engineering. Gambar yang rapi memberi dasar bagi juri untuk mengevaluasi keputusan desain kendaraan secara lebih jelas.

Perbaikan Baterai Berbasis Simulasi

Penghargaan kedua lainnya datang dari MathWorks Modeling Award, dengan posisi Anargya ITS berada di bawah Nagoya Institute of Technology dan di atas Tohoku University. Tim memakai MATLAB dan Simulink untuk memodelkan accumulator 77S7P, motor controller, serta traction motor.

Hasil pemodelan itu dikorelasikan dengan data pengujian aktual melalui dynotest dan CAN BMS. Dari proses tersebut, tim menemukan enam kelompok seri baterai yang membatasi performa accumulator.

Anargya ITS kemudian mengganti kelompok baterai tersebut dan melakukan validasi ulang menggunakan simulasi. Pendekatan ini menghubungkan pengujian kendaraan dengan peningkatan komponen berdasarkan data.

Menurut CNN Indonesia, proses pemodelan dan validasi itu menjadi salah satu aspek yang mendukung raihan MathWorks Modeling Award. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa performa kendaraan dibangun melalui pengembangan yang terukur.

Berhadapan dengan Kampus Terkemuka

Formula SAE menuntut peserta mengerjakan seluruh tahapan pengembangan kendaraan layaknya tim engineering profesional. Tahapan itu mencakup desain, perhitungan, simulasi, manufaktur, pengujian, validasi, dokumentasi, serta pertanggungjawaban di hadapan juri.

Daftar penerima penghargaan kelas EV turut diisi Nagoya University, The University of Tokyo, Tohoku University, dan National Taiwan University. Raihan Anargya ITS di tengah persaingan tersebut memperkuat posisi karya mahasiswa Indonesia pada ajang engineering internasional.

Tim dari Kampus ITS Surabaya itu mengembangkan kendaraannya secara berkelanjutan lintas generasi. Pengalaman kompetisi di Jepang menjadi dasar untuk memperkuat desain mekanik, sistem kelistrikan, baterai, kontrol kendaraan, dan integrasi sistem pada pengembangan berikutnya.

Baca Juga