Gelar Dunia Kedua di Depan Mata, An Se-young Masih Dibayangi Trauma Cedera

An Se-young memiliki peluang menambah gelar dunia, tetapi persiapannya menuju Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 dibayangi trauma cedera dan nyeri pada kaki. Juara dunia 2023 itu harus membangun kembali kenyamanan bermain saat berstatus sebagai unggulan utama.

Peraih emas Olimpiade Paris 2024 tersebut tidak menutup-nutupi bahwa cedera dapat memengaruhi cara tubuhnya merespons pertandingan. Kondisi itu membuat tantangan di New Delhi lebih besar daripada sekadar menghadapi lawan di lapangan.

Keraguan setelah masa pemulihan

An mengatakan pengalaman cedera sering menimbulkan trauma saat ia kembali bertanding. Ia mengaku ada momen ketika tubuhnya tidak dapat digunakan seperti biasanya sehingga gerakannya terasa canggung.

“Saya sering mengalami trauma setelah cedera, dan akan ada saat-saat ketika saya tidak dapat menggunakan tubuh saya seperti biasanya dan akhirnya merasa canggung,” ungkap An dalam wawancara dengan Yonhap Agency. Meski cukup khawatir, ia yakin kemampuan beradaptasi akan membantunya sepanjang turnamen.

Persoalan fisiknya meliputi gangguan lutut serta cedera kaki kiri yang sempat membuatnya absen dari beberapa turnamen. Ia bahkan mundur dari Japan Open 2026 karena cedera pada kaki kiri tersebut.

An kini sudah kembali berlatih, tetapi rasa sakit di kaki masih tersisa. “Saya harus hidup dengan sedikit rasa sakit, tetapi itu masih bisa ditolerir,” katanya.

Jadwal dan kondisi terkini

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17-23 Agustus di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India. An datang setelah beristirahat seusai menjuarai Indonesia Open 2026 karena kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya.

PeriodeKegiatan An Se-youngKondisi
Indonesia Open 2026Menjadi juaraKemudian mengambil waktu istirahat
Japan Open 2026Tidak tampilMundur akibat cedera kaki kiri
17-23 AgustusKejuaraan Dunia di New DelhiKembali berlatih sebagai unggulan utama

Ritme pertandingan menjadi kunci

Minimnya pertandingan kompetitif membuat An perlu mencari kembali sentuhan terbaiknya. Ia menegaskan bahwa latihan tidak sepenuhnya dapat menggantikan tekanan dan respons yang muncul dalam laga resmi.

“Fokus saya adalah untuk mendapatkan kembali feeling saya dalam pertandingan,” ujar An. Ia kemudian menambahkan, “Saya sudah banyak berlatih, tetapi bermain dalam pertandingan adalah hal yang berbeda.”

Kompas.com melaporkan bahwa An biasanya menyesuaikan diri seiring turnamen berjalan. Karena itu, ia memandang penghilangan karat pertandingan sebagai elemen penting dalam upayanya bersaing di panggung dunia.

“Saya cenderung menyesuaikan diri dengan turnamen seiring berjalannya waktu, dan saya pikir menghilangkan ‘karat’ saya akan menjadi elemen kunci dalam kompetisi ini,” tandasnya. Laga awal akan menjadi kesempatan untuk mengukur kesiapan fisik sekaligus memulihkan kepercayaan dirinya.

Mengejar pencapaian berikutnya

An pernah berdiri sebagai juara dunia pada 2023, sedangkan edisi sebelumnya berakhir dengan medali perunggu setelah langkahnya terhenti di semifinal. Riwayat itu menempatkan target gelar kedua sebagai ambisi yang realistis, meski jalan menuju pencapaian tersebut tidak mudah.

Kemampuannya mengelola nyeri, menepis trauma, dan segera menemukan ritme bertanding akan menentukan perjalanan An di New Delhi. Setiap pertandingan dapat menjadi bagian dari proses penyesuaian sebelum ia mengejar kembali posisi tertinggi di kejuaraan dunia.

Baca Juga