AC Mobil Bisa Tambah Konsumsi Bensin hingga 10 Persen, Charger HP Nyaris Tak Terasa

Penggunaan AC mobil jauh lebih berpengaruh terhadap konsumsi bensin dibandingkan mengisi daya ponsel selama perjalanan. Sistem pendingin udara dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 10 persen, sedangkan charger ponsel hanya memberi dampak yang sangat kecil.

Perbedaan ini penting ketika pengemudi mencari penyebab mobil terasa lebih boros. Ponsel yang tersambung ke charger bukan faktor utama yang patut dicurigai saat mesin menyala.

Selisih Beban Listrik Sangat Lebar

Charger HP mobil umumnya membutuhkan daya sekitar 5 hingga 15 watt. Angka tersebut jauh di bawah kebutuhan AC yang dapat mencapai ribuan watt.

Saat mesin hidup, alternator memasok listrik untuk seluruh perangkat kelistrikan kendaraan, termasuk charger ponsel. Alternator memang mengambil tenaga dari mesin, tetapi tambahan beban dari ponsel sangat ringan.

KomponenKebutuhan daya atau dampakPengaruh pada bensin
Charger HPSekitar 5-15 wattSangat kecil
AC mobilHingga ribuan wattDapat naik hingga 10 persen
Charger digunakan terusPenurunan sekitar 0,03 MPGHampir tidak terasa

Dalam perbandingan beban listrik, lampu sein bahkan disebut membutuhkan daya lebih besar daripada charger ponsel. Karena itu, keberadaan charger tidak cukup kuat untuk menjelaskan kenaikan konsumsi bensin yang terasa nyata.

Efisiensi Hanya Berkurang Sangat Tipis

Laporan yang dikutip Liputan6 dari Engadget menyebut penggunaan charger ponsel rata-rata hanya menurunkan efisiensi sekitar 0,03 mil per galon atau MPG. Dampak tersebut tetap sangat kecil meski pengisi daya digunakan sepanjang perjalanan.

Mobil dengan efisiensi 20 MPG, misalnya, secara teori hanya turun menjadi sekitar 19,97 MPG ketika ponsel terus diisi daya. Selisih itu praktis tidak memberi perubahan berarti pada jarak tempuh maupun biaya bahan bakar.

Beban listrik kecil itu menjelaskan mengapa charger HP mobil tidak perlu menjadi kekhawatiran utama pengemudi. Perhatian terhadap penggunaan AC lebih relevan karena sistem ini memerlukan energi jauh lebih besar dari mesin.

Perhatikan Pengisian Saat Mesin Mati

Kondisinya berbeda ketika mesin kendaraan dimatikan. Pada situasi tersebut, listrik untuk mengisi ponsel diambil langsung dari baterai 12 volt atau aki mobil.

Pengisian selama beberapa jam tidak serta-merta menguras aki, tetapi risiko meningkat jika kendaraan lama tidak digunakan atau kondisi aki sudah tua. Pengemudi sebaiknya tidak membiarkan ponsel tetap terhubung tanpa kebutuhan saat mobil tidak hidup.

Saat mesin menyala, alternator membantu menjaga baterai tetap terisi sehingga tambahan beban charger relatif aman. Dengan demikian, pemakaian charger ketika berkendara bukan ancaman serius bagi aki maupun konsumsi bensin mobil.

Baca Juga