6 Dampak Teh Hitam Tiap Hari, Manfaatnya Ada tetapi Kafeinnya Perlu Dibatasi

Teh hitam dapat menjadi minuman harian yang mendukung fokus dan sejumlah aspek kesehatan, tetapi total kafein tetap perlu diperhitungkan. Dalam satu cangkir, kandungan kafeinnya berkisar 50 hingga 90 miligram, sehingga jumlah cangkir yang diminum tidak boleh dilepaskan dari sumber kafein lain.

Bagi orang dewasa sehat, asupan kafein dari seluruh sumber dianjurkan tidak melebihi 400 miligram per hari. Batas ini mencakup kafein dari teh, kopi, minuman berkafein, makanan, hingga obat tertentu.

Kandungan kafein dan cara mengaturnya

Menurut UCLA Health yang dikutip CNN Indonesia, kadar kafein dalam teh hitam dapat berbeda bergantung pada jenis teh dan cara penyeduhannya. Orang yang peka terhadap kafein perlu menyesuaikan konsumsi sesuai toleransi tubuh masing-masing.

Hal yang diperhatikanInformasi
Kafein per cangkir teh hitamSekitar 50-90 miligram
Batas kafein dewasa sehatTidak lebih dari 400 miligram per hari dari seluruh sumber
Dampak konsumsi berlebihanGelisah, sulit tidur, dan tubuh terasa lebih tegang

Minum teh hitam terlalu dekat dengan waktu tidur berpotensi mengganggu kualitas istirahat. Efek yang dapat muncul ketika asupan kafein berlebihan antara lain rasa gelisah, sulit tidur, serta tubuh yang terasa lebih tegang.

6 dampak minum teh hitam setiap hari

1. Membantu menjaga fokus

Teh hitam mengandung kafein dan L-theanine, dua zat yang dikaitkan dengan dukungan terhadap kewaspadaan serta konsentrasi. Kandungan kafeinnya umumnya lebih rendah dibandingkan kopi, meski respons tubuh terhadapnya dapat berbeda pada setiap orang.

2. Mendukung kesehatan jantung

Theaflavin dan flavonoid dalam teh hitam dikaitkan dengan kadar kolesterol yang lebih baik serta perbaikan sejumlah faktor risiko kardiovaskular. Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara konsumsi teh dan risiko kejadian penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

3. Berkaitan dengan risiko stroke lebih rendah

Konsumsi sedikitnya dua cangkir teh per hari dikaitkan dengan risiko stroke sekitar 16 persen lebih rendah dibandingkan tidak mengonsumsi teh. Temuan tersebut menunjukkan hubungan dalam penelitian dan tidak berarti teh dapat mencegah stroke dengan sendirinya.

4. Mendukung pengendalian gula darah

Teh hitam tanpa pemanis dikaitkan dengan kemampuan membantu menurunkan kadar glukosa dan mendukung pengelolaan gula oleh tubuh. Dampak ini juga berkaitan dengan cara tubuh mengatur gula darah setelah makan.

5. Berpotensi terkait pencegahan beberapa kanker

Polifenol dalam teh telah diteliti terkait potensi pencegahan sejumlah jenis kanker. Namun, bukti mengenai manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan sehingga teh hitam tidak dapat dianggap sebagai langkah pencegahan utama.

6. Berkaitan dengan risiko kematian lebih rendah

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi sedikitnya dua cangkir teh setiap hari berkaitan dengan risiko kematian dari berbagai penyebab sekitar 13 persen lebih rendah. Perbandingan itu dilakukan dengan kelompok yang tidak minum teh.

Polifenol menjadi salah satu pembeda

Teh hitam berasal dari daun Camellia sinensis, tanaman yang juga digunakan untuk menghasilkan teh hijau, teh putih, dan oolong. Proses oksidasi yang lebih lama menghasilkan theaflavin, kelompok polifenol dengan aktivitas antioksidan yang menjadi ciri minuman ini.

Manfaat yang dikaitkan dengan Manfaat Teh Hitam paling relevan bila minuman tersebut dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebihan. Teh dengan banyak gula atau susu dapat menambah asupan kalori dan gula, khususnya bagi orang yang sedang membatasi keduanya.

Teh hitam tetap bukan pengganti pola makan bergizi, aktivitas fisik, maupun pemeriksaan kesehatan rutin. Kebiasaan ini dapat menjadi bagian dari pola minum sehari-hari selama Kafein Harian dari seluruh sumber tetap dihitung dengan cermat.

Baca Juga