Menyiapkan hari tidak selalu harus dimulai dengan langsung membuka pekerjaan. Sejumlah perempuan sukses justru memberi waktu bagi meditasi, yoga, sarapan, serta penataan agenda sebelum kesibukan mengambil alih perhatian.
Rangkaian kegiatan itu menempatkan kondisi tubuh dan pikiran sebagai bagian dari persiapan kerja. Pagi dipakai untuk membangun fokus yang lebih jelas, bukan hanya untuk mempercepat dimulainya aktivitas.
Arianna Huffington, pendiri The Huffington Post dan Thrive Global, membagikan kebiasaan meditasi dan yoga paginya kepada Oprah. Ia bermeditasi selama 20 hingga 30 menit, lalu melakukan yoga sekitar lima sampai 10 menit.
Urutan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ketenangan pikiran memperoleh ruang sebelum aktivitas fisik. Sesudahnya, waktu pagi masih dapat digunakan untuk menyimak informasi dan mengatur agenda pekerjaan.
| Kebiasaan Pagi | Contoh Aktivitas | Fungsi |
|---|---|---|
| Sarapan | Oatmeal, chia seeds, almond butter | Memberi asupan |
| Olahraga | Yoga 5-10 menit | Menjaga aktivitas fisik |
| Rutinitas mental | Doa, jurnal syukur, meditasi | Menjaga ketenangan pikiran |
| Persiapan pekerjaan | Email, berita, jadwal harian | Menyusun prioritas |
1. Sarapan untuk Mengawali Aktivitas
Sarapan tercatat sebagai salah satu kegiatan sebelum hari kerja dimulai dalam wawancara Forbes dengan 12 pemimpin perempuan. Kebiasaan ini memberi tubuh asupan sebelum berbagai agenda membutuhkan energi dan perhatian.
Pilihan makanan yang disebutkan antara lain oatmeal yang dipadukan dengan chia seeds atau almond butter. Contoh tersebut tidak dimaksudkan sebagai menu seragam, melainkan gambaran pentingnya makan pada awal hari.
Memberi ruang bagi sarapan membuat persiapan pagi tidak hanya berorientasi pada pekerjaan. Kebutuhan tubuh mendapat tempat sebelum aktivitas lain berjalan semakin cepat.
2. Menyisipkan Aktivitas Fisik
Olahraga tidak harus berlangsung lama untuk menjadi bagian dari rutinitas pagi. Yoga selama beberapa menit menjadi contoh kegiatan yang tetap dapat dilakukan di tengah jadwal padat.
Huffington menjalankan yoga sekitar lima hingga 10 menit setelah meditasi. Kebiasaan itu menggambarkan cara aktivitas fisik dapat dimasukkan ke dalam rangkaian pagi dengan waktu yang terbatas.
Gerak tubuh menjadi salah satu unsur yang melengkapi persiapan sebelum pekerjaan dimulai. Rutinitas ini juga menunjukkan bahwa pagi dapat diatur tanpa harus dipenuhi kegiatan yang rumit.
3. Menjaga Kesehatan Mental
Doa, jurnal syukur, dan meditasi dapat menjadi pilihan untuk memberi perhatian pada kesehatan mental. Kegiatan tersebut dilakukan sebelum informasi, jadwal, dan tugas harian mulai mendominasi perhatian.
Meditasi yang dilakukan Huffington berlangsung selama 20 hingga 30 menit. Ia menempatkan kegiatan itu sebelum yoga sebagai bagian dari rangkaian rutinitas paginya.
Waktu untuk menenangkan pikiran memberi jeda pada awal hari. Langkah sederhana ini tidak dipisahkan dari kesiapan menghadapi pekerjaan, melainkan menjadi salah satu unsur pendukungnya.
4. Mengatur Informasi dan Agenda Harian
Pagi yang lebih tenang dapat dimanfaatkan untuk membalas email atau membaca berita terbaru. Informasi tersebut membantu menyiapkan konteks sebelum pekerjaan dan pertemuan lain dimulai.
Waktu yang sama dapat dipakai untuk mengatur intensi serta menyusun jadwal harian. Dengan mengetahui hal-hal yang perlu dilakukan, prioritas kerja dapat ditentukan sejak awal.
Empat kebiasaan ini tidak menetapkan pola yang harus ditiru secara sama persis. Namun, asupan, olahraga, perawatan mental, dan pengaturan agenda memperlihatkan unsur yang dapat diberi ruang dalam rutinitas pagi.






