Thailand menciptakan 26 peluang, sedangkan Putri Nusantara hanya memperoleh satu kesempatan pada babak pertama Srikandi Merdeka Cup. Perbedaan tajam itu berujung keunggulan 1-0 Thailand hingga turun minum.
Gol tunggal Thailand dicetak Miricah Shealagh Murdoch melalui sundulan pada menit ke-10. Gol itu terjadi setelah blunder kiper Naura Airish Qaisara dalam pertandingan di Supersoccer Arena, Sabtu (15/8/2026) sore WIB.
| Statistik Paruh Pertama | Thailand | Putri Nusantara |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 70 persen | 30 persen |
| Peluang | 26 | 1 |
| Gol | 1 | 0 |
Selain produktif menciptakan peluang, Thailand menguasai 70 persen penguasaan bola pada paruh pertama. Putri Nusantara hanya memegang bola 30 persen dan kesulitan mengembangkan permainan di bawah tekanan lawan.
Meski statistik Thailand sangat dominan, skor tidak bertambah setelah gol Murdoch. Naura Airish melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga Indonesia tetap berada dalam jarak satu gol.
Penyelamatan Menjaga Selisih Tetap Tipis
Chayapha Thanuchai menjadi salah satu pemain Thailand yang menguji Naura. Tembakannya berhasil ditepis, sementara peluang lain dari luar kotak penalti juga mampu diamankan penjaga gawang Indonesia tersebut.
Haruethai Wongpreedasiri ikut mencoba mencetak gol lewat tembakan spekulatif setelah jeda minum. Naura kembali tampil menentukan pada masa tambahan waktu babak pertama dengan menggagalkan peluang Haruethai.
Thailand juga beberapa kali mencoba melepas tembakan dari jarak jauh. Bola.kompas.com mencatat ada tiga upaya jarak jauh Thailand yang belum menemui sasaran.
Kapten Thailand, Kawinthida Kikuntod, termasuk pemain yang aktif melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Upaya awalnya masih melambung, lalu percobaan berikutnya juga belum mengarah tepat ke gawang.
Tekanan Tinggi Membatasi Serangan Indonesia
Thailand meningkatkan tekanan dengan pendekatan tekanan tinggi setelah jeda minum. Pola itu membuat Putri Nusantara tidak banyak memiliki waktu dan ruang untuk mengalirkan bola ke lini depan.
Satu-satunya peluang Indonesia datang dari Dian Aprilia Pary. Tendangan kaki kanan Dian belum mengarah ke gawang Thailand, sehingga belum mampu mengubah keadaan pada babak pertama.
Putri Nusantara bermain memakai formasi 4-4-2 di bawah pelatih Takumi Taniguchi. Naura Airish Qaisara dikawal oleh Agisti Qori Rahmadani, Amanda Fitriani, Asyifa Sholawa, Kazumi Zalfa Arrobi, Bilqis Fatimah Az Zahra, Indira Fatima, Lintang Anugrah Radisty, Putri Neza Larasati, Dian Aprilia Pary, dan Oktavia Savara Putri.
Thailand asuhan Thidarat Wiwasukhu menggunakan formasi 4-3-3. Deenara Kordem berada di bawah mistar, dengan Chanthima Yaque, Haruethai Wongpreedasiri, Sataporn Yotsakornthong, Siriprapa Lamnamkham, Kanokporn, Wanthong, Kawinthida, Warantorn Pongkoksi, Chayapha Thanuchai, Kalyaphat Muangoon, dan Murdoch mengisi susunan tim.
Keunggulan Thailand pada babak pertama dibangun dari kontrol bola, tekanan tinggi, dan banyaknya serangan yang diciptakan. Putri Nusantara memasuki lanjutan laga dalam posisi tertinggal, tetapi selisih satu gol masih terjaga berkat penyelamatan Naura.






