Penolakan terhadap usulan Andrea Pirlo disebut menjadi salah satu titik yang mengakhiri proyek Paolo Maldini di Timnas Italia. Setelah perubahan mendadak itu, Claudio Ranieri dan Roberto Mancini mengemuka sebagai dua figur yang dipertimbangkan FIGC.
Ranieri diproyeksikan menjadi direktur teknik, sedangkan Mancini berpeluang kembali memimpin tim senior. Kombinasi tersebut dinilai dapat menjawab kebutuhan federasi untuk membenahi struktur sekaligus mengejar hasil di lapangan.
Perbedaan Pilihan Pelatih Memicu Perubahan
Paolo Maldini mengundurkan diri dari proyek pembenahan tim nasional yang sebelumnya juga melibatkan Leonardo. Keduanya baru memulai tugas sekitar dua pekan sebelum proyek tersebut berhenti.
Mundurnya Maldini disebut berkaitan dengan perbedaan pandangan tentang kandidat pelatih baru Italia. Presiden FIGC Giovanni Malagò dilaporkan tidak menerima usulan Pirlo untuk mengisi kursi tersebut.
Penolakan Pirlo secara resmi dihubungkan dengan statusnya sebagai duta merek perusahaan taruhan asal Rusia. Situasi itu membuat FIGC harus segera mencari formula baru untuk posisi penting di tim nasional.
Federasi tidak hanya memerlukan pelatih untuk menghadapi kebutuhan tim senior. FIGC juga membutuhkan arah yang dapat menyatukan pembinaan pemain serta identitas permainan dari berbagai kelompok usia.
Ranieri Dapat Memimpin Arah Teknik
Claudio Ranieri disebut menjadi pilihan utama untuk jabatan direktur teknik. Tugas itu akan mencakup pengembangan filosofi permainan dan sinkronisasi program dari level usia muda hingga senior.
Pengalaman Ranieri, termasuk saat membawa Leicester City menjuarai Liga Inggris, menjadi dasar pertimbangan bagi peran strategis tersebut. Direktur teknik diharapkan membangun fondasi yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan sesaat.
Giorgio Chiellini sempat dikaitkan dengan posisi direktur teknik. Namun, ia menyatakan masih ingin berfokus pada pekerjaannya bersama Juventus.
| Posisi Strategis | Nama yang Mengemuka | Tugas Utama |
|---|---|---|
| Direktur teknik | Claudio Ranieri | Menata fondasi dan program sepak bola nasional |
| Pelatih kepala | Roberto Mancini | Memimpin Timnas Italia senior |
Mancini Berpeluang Kembali
Roberto Mancini bukan nama baru bagi Gli Azzurri karena pernah memimpin Italia pada 2018 hingga 2023. Ia membawa tim tersebut menjuarai Piala Eropa 2020 sebelum kemudian menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi.
Rekam jejak itu membuat namanya kembali diperhitungkan saat Italia membutuhkan peningkatan daya saing internasional. Jika kembali ditunjuk, ia akan menangani kebutuhan langsung yang dihadapi skuad senior.
Sky Sport Italia dan sejumlah media lokal menyebut Malagò diperkirakan mengusulkan Mancini sebagai pelatih baru. FIGC sedang menggelar rapat federal di Roma untuk membahas arah lanjutan bagi tim nasional.
Belum ada keputusan final yang diumumkan dari pembahasan tersebut. Namun, pengalaman Mancini di tim senior dapat dipadukan dengan mandat Ranieri untuk memperkuat kerangka teknik nasional.
Struktur Baru yang Diharapkan FIGC
Pembagian peran antara pelatih kepala dan direktur teknik memberi ruang kerja yang lebih terarah. Mancini dapat fokus pada performa Italia, sementara Ranieri diproyeksikan menghubungkan pembinaan pemain dengan kebutuhan permainan tim senior.
Rencana itu juga menempatkan pembenahan sistem sebagai bagian penting dari respons FIGC. Federasi berharap jalur pengembangan pemain dan arah permainan dapat berjalan lebih selaras di seluruh jenjang.
Usulan Ranieri dan Mancini muncul di tengah kebutuhan Italia untuk kembali membangun kekuatan di Eropa serta dunia. Keputusan FIGC akan menentukan apakah dua peran strategis itu benar-benar diisi oleh dua pelatih berpengalaman tersebut.






