Toyota Hilux Revo Tersendat di Trek, Memen Masih Jaga Puncak Kelas Bensin AXCR 2026

Toyota Hilux Revo yang dikendarai Memen Harianto sempat tertahan di persawahan, mengalami gangguan wiper, serta terkunci di gigi empat. Namun, pereli Indonesia itu tetap mempertahankan puncak kelas T1G FFA bensin dengan keunggulan 14 menit setelah Leg 4 AXCR 2026.

Hasil tersebut menunjukkan pentingnya ketahanan kendaraan dalam reli lintas alam yang memiliki selisih waktu sangat rapat. Memen finis ke-13 klasemen gabungan kendaraan bensin dan diesel pada Leg 4, setelah memulai etape dari urutan ke-11.

Mobil Tertahan hingga Transmisi Terkunci

Pada Leg 2, CV joint kiri di as roda depan Toyota Hilux Revo rusak saat mobil melintasi trek licin. Kerusakan itu membuat Memen tertahan di area persawahan sekitar 10 menit karena titik winching sulit ditemukan.

Kendala teknis juga menyertai perjalanan pada SS3 ketika transmisi mobil terkunci di gigi empat. Saat itu, jarak menuju garis finis masih tersisa sekitar 40 hingga 50 kilometer.

Memen akhirnya menuntaskan sisa rute tanpa menggunakan gigi empat. Sistem pendingin atau AC mobilnya juga sudah bermasalah sejak Leg 3.

Masalah lain terjadi lebih awal di Leg 1 ketika plastik pelindung wiper depan belum dilepas. Kaca mobil tertutup lumpur dan Memen sempat disalip empat hingga lima peserta.

Keunggulan Terbentuk Secara Bertahap

Meski mobilnya menghadapi hambatan, selisih waktu Memen terus membaik dari hari ke hari. Ia sempat tertinggal sekitar tiga menit pada hari pertama sebelum memimpin satu menit pada hari kedua.

EtapeStatus Memen di Kelas Bensin
Hari pertamaTertinggal sekitar 3 menit
Hari keduaMemimpin 1 menit
Leg 3Memimpin 8 menit
Leg 4Memimpin 14 menit

Margin itu tumbuh menjadi delapan menit pada Leg 3 dan mencapai 14 menit setelah Leg 4. Peningkatan tersebut terjadi setelah Memen melakukan pemulihan dari posisi start ke-23 pada Leg 3 hingga finis ke-11 klasemen gabungan.

Lintasan yang menyerupai sprint rally di Indonesia disebut membantu gaya mengemudinya. Meski demikian, karakter medan tetap menuntut pengaturan ritme agar mobil tidak kembali mengalami gangguan besar.

Kecepatan Tidak Menjadi Satu-satunya Fokus

Memen menilai persaingan AXCR 2026 tidak memberi ruang besar untuk kesalahan. “Persaingannya sangat rapat banget. Antar peserta waktunya mepet-mepet,” kata Memen.

Menurut Detik Sport, rapatnya catatan waktu membuat kendala kecil di trek dapat berdampak langsung pada posisi peserta. Kondisi mobil, strategi, dan konsistensi kru pun menjadi unsur penting sepanjang reli.

Memasuki sisa etape, Memen menerapkan pendekatan yang lebih terukur untuk menjaga daya tahan Toyota Hilux Revo. Ia juga mencermati pesaing seperti Suzuki Jimny yang memiliki keuntungan pada karakter lintasan tertentu.

“Kalau tidak ada issue, harusnya aman. Catatan waktunya rapat banget,” ujar Memen. Upaya mempertahankan keunggulan 14 menit kini bergantung pada kemampuan mobil dan kru melewati etape berikutnya tanpa kehilangan waktu besar.

Baca Juga