Kulit kusam dan wajah yang tampak lelah dapat dipengaruhi oleh rutinitas yang dilakukan setiap hari. Salah satunya adalah merokok, karena zat kimia dalam rokok dapat mengurangi produksi kolagen yang membantu menjaga kulit tetap kenyal.
Studi dalam Plastic and Reconstructive Surgery membandingkan pasangan saudara kembar dengan kebiasaan merokok yang berbeda. Partisipan yang merokok dilaporkan memiliki kantung mata lebih besar, kerutan sekitar bibir lebih dalam, dan bagian rahang bawah yang tampak lebih turun.
Selain rokok, posisi tidur, tekanan psikologis, aktivitas fisik, serta kebiasaan memakai ponsel juga dapat berpengaruh terhadap penampilan. Faktor-faktor ini dapat mengenai wajah secara langsung maupun memengaruhi sirkulasi, kondisi kulit, dan postur tubuh.
Lima kebiasaan berikut layak diperhatikan karena dampaknya dapat terakumulasi seiring waktu. Menjaga rutinitas yang lebih seimbang menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesehatan kulit dan kesan tubuh yang lebih bugar.
| Kebiasaan | Dampak yang Dapat Terlihat |
|---|---|
| Tidur tengkurap | Garis halus di wajah serta nyeri leher dan punggung |
| Stres berkepanjangan | Kulit kusam, kering, dan garis halus |
| Jarang bergerak | Aliran darah ke kulit kurang optimal |
| Menunduk melihat ponsel | Kerutan horizontal pada leher atau tech neck |
| Merokok | Kulit kendur, kusam, dan kerutan lebih cepat muncul |
1. Tidur Tengkurap
Posisi tengkurap saat tidur memberi tekanan langsung pada kulit wajah dalam waktu lama. Cleveland Clinic menyatakan tekanan yang terjadi berulang dapat mendorong munculnya garis halus dan kerutan.
Posisi ini juga dapat memicu ketidaknyamanan pada punggung, leher, dan bahu. Bila berlangsung terus-menerus, tubuh dapat terasa lebih kaku sehingga postur berpotensi tampak kurang baik.
2. Terlalu Sering Mengalami Stres
Stres merupakan respons yang wajar, tetapi dampaknya dapat berbeda ketika berlangsung lama. Penelitian tahun 2024 dalam Nature Aging mengaitkan stres kronis dengan perubahan pada tingkat sel, termasuk kerusakan DNA yang dapat mempercepat proses penuaan alami.
Pengaruh stres juga dapat tampak pada kulit sehari-hari. Studi tahun 2024 dalam Journal of Cosmetic Dermatology menemukan stres tingkat sedang dapat berkontribusi terhadap kulit kering, kusam, dan garis halus.
3. Jarang Bergerak atau Berolahraga
Aktivitas fisik mendukung aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke kulit. Sirkulasi yang baik membantu distribusi oksigen dan nutrisi ke berbagai lapisan kulit.
Penelitian dari Kanada menemukan olahraga berpotensi membantu mencegah dan membalikkan beberapa tanda penuaan kulit. Studi dalam Preventive Medicine juga menunjukkan orang yang aktif secara fisik tampak sekitar sembilan tahun lebih muda daripada mereka yang jarang bergerak.
4. Terlalu Lama Menunduk Melihat Ponsel
Menunduk saat melihat ponsel dalam waktu lama dapat meninggalkan dampak pada area leher. Cleveland Clinic menyebut kebiasaan tersebut dapat memicu kerutan horizontal atau tech neck.
Area leher memiliki kulit yang lebih tipis dan sensitif dibandingkan wajah. Menjaga posisi tubuh ketika menggunakan perangkat dapat membantu mengurangi tekanan berulang pada bagian tersebut.
5. Merokok
Kerusakan kolagen akibat zat kimia dalam rokok dapat membuat kulit lebih mudah tampak kendur dan kusam. Saat kolagen menurun, kerutan juga dapat muncul lebih cepat pada wajah.
Perubahan kebiasaan tidak selalu memberikan hasil seketika. Namun, mengurangi faktor yang membebani kulit dan tubuh secara konsisten dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.






