Tidur Siang Terlalu Sore Bisa Ganggu Tidur Malam dan Memicu Sakit Kepala Esok Hari

Tidur siang yang dilakukan terlalu sore dapat mengganggu tidur malam dan meningkatkan risiko sakit kepala pada hari berikutnya. Waktu istirahat di tengah hari perlu diatur karena tubuh memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang memengaruhi pola tidur.

Selain waktu, lamanya tidur juga menentukan kenyamanan saat bangun. Dr. Tushar Raut, Konsultan Neurologi Kokilaben Dhirubhai Ambani Hospital di Mumbai, menyarankan tidur siang sekitar 15 hingga 20 menit.

Durasi Panjang Membuat Bangun Lebih Berat

Tidur lebih dari 30 hingga 40 menit dapat membuat tubuh memasuki fase tidur yang lebih dalam. Saat terbangun mendadak dari fase ini, seseorang dapat mengalami sleep inertia.

Sleep inertia adalah keadaan ketika tubuh masih sangat mengantuk, lemas, dan belum sepenuhnya sadar. Transisi dari tidur dalam ke kondisi terjaga yang tidak mulus dapat memicu rasa tidak nyaman atau pusing di kepala.

Keluhan pusing setelah tidur siang dapat muncul sesekali dan tidak selalu menunjukkan masalah serius. Namun, keluhan yang berulang atau berubah pola perlu mendapat perhatian lebih.

Atur Waktu agar Tidak Mengganggu Istirahat Malam

Memilih waktu tidur siang lebih awal dapat membantu menjaga kualitas tidur malam. Jadwal yang konsisten juga memungkinkan tubuh lebih mudah beradaptasi dengan waktu istirahat di tengah hari.

Tidur yang terlalu dekat dengan sore atau malam berpotensi mengacaukan jam biologis. Ketika tidur malam menjadi kurang optimal, tubuh dapat lebih rentan mengalami sakit kepala pada keesokan harinya.

Istirahat siang juga sebaiknya tidak dilakukan segera setelah makan dalam porsi besar. Kebiasaan tersebut dapat dihindari sebagai bagian dari pengaturan tidur yang lebih nyaman.

Cairan dan Posisi Tidur Tidak Boleh Diabaikan

Pusing saat bangun tidak hanya berkaitan dengan jam dan durasi tidur. Dehidrasi dapat memperjelas keluhan sakit kepala apabila asupan cairan sepanjang hari tidak mencukupi.

Posisi yang kurang tepat juga dapat menimbulkan ketegangan pada otot. Leher atau bahu yang tertekuk selama tidur berpotensi memicu sakit kepala tipe tegang.

PemicuPengaruh pada TubuhUpaya Pencegahan
Tidur terlalu lamaMasuk fase tidur dalam dan sulit segar saat bangunBatasi tidur selama 15–20 menit
Tidur terlalu soreRitme sirkadian dan tidur malam tergangguLakukan tidur siang lebih awal
Kurang minumSakit kepala lebih terasaPenuhi cairan sejak pagi hingga siang
Leher dan bahu tidak tersanggaKetegangan ototPilih posisi tidur yang menopang tubuh

Perubahan pada Pembuluh Darah Dapat Berperan

Pada sebagian orang, tidur siang dapat berkaitan dengan perubahan aktivitas pembuluh darah di otak. Kondisi ini dapat berhubungan dengan pola sakit kepala tertentu, termasuk migrain.

Karena pemicu tiap orang dapat berbeda, pengamatan terhadap durasi tidur, waktu tidur, cairan, dan posisi tubuh dapat membantu mengenali kebiasaan yang memicu keluhan. Menyesuaikan faktor-faktor tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi rasa pusing setelah bangun.

Tanda yang Memerlukan Pemeriksaan Medis

Pemeriksaan medis patut dipertimbangkan jika sakit kepala semakin berat, berbeda dari biasanya, atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Mual, gangguan penglihatan, kebingungan, dan kelemahan tubuh yang menyertai pusing juga perlu diperhatikan.

Mendengkur keras, terbangun sambil terengah-engah, atau adanya jeda napas saat tidur dapat menjadi tanda sleep apnea. Kondisi ini perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis, khususnya jika sakit kepala setelah bangun terus berulang.

Baca Juga