Tencent Dorong AI yang Tak Lagi Sekadar Menjawab, Kini Bisa Mengatur Tugas

Tencent mendorong kecerdasan buatan agar tidak berhenti sebagai chatbot yang merespons pertanyaan. Melalui Agent Development Platform 4.0 atau ADP 4.0, perusahaan ini menyiapkan AI agent yang dapat menjalankan alur kerja melintasi aplikasi yang sudah dipakai organisasi.

Platform tersebut telah terhubung dengan Line, Telegram, serta layanan SaaS utama seperti Google Workspace. Konektivitas itu memungkinkan perusahaan menyusun agent yang mengelola tugas dari beberapa sarana kerja dalam satu rangkaian proses.

ADP 4.0 juga membawa penjadwalan dengan zona waktu kustom dan penyesuaian bahasa otomatis. Dua kemampuan ini ditujukan untuk kebutuhan organisasi yang bekerja di lebih dari satu wilayah.

AI Agent Masuk ke Lingkungan Kerja

Wakil Presiden Tencent Cloud Simon Wu menyatakan ADP 4.0 diluncurkan secara global sebagai platform pengembangan AI agent tingkat enterprise. Fokusnya adalah menghubungkan kecerdasan buatan dengan perangkat komunikasi dan sistem kerja yang telah digunakan perusahaan.

Medcom.id melaporkan platform tersebut telah digunakan di lebih dari 30 industri. Pemanfaatannya mencakup layanan pelanggan pintar dan pengelolaan pengetahuan di lingkungan organisasi.

Arah ini menunjukkan pergeseran dari penggunaan AI untuk percakapan tunggal menuju kolaborasi berbasis tugas. Tencent menempatkan agent sebagai perangkat yang dapat memahami konteks kerja, lalu membantu menjalankan tahapan yang relevan.

Robot dan Agent Dibangun dalam Satu Arah

Di World Artificial Intelligence Conference 2026 atau WAIC 2026, Tencent turut memperkenalkan strategi kecerdasan terwujud yang mencakup cloud, model, platform, hingga aplikasi. Strategi ini ditujukan untuk membantu robot memahami lingkungan, mengambil keputusan, dan berinteraksi secara fisik.

Kepala Ilmuwan Tencent sekaligus Direktur Tencent Robotics X Lab Zhang Zhengyou menekankan pentingnya penyatuan sejumlah kemampuan AI. “Kecerdasan sejati muncul ketika bahasa, visi, pemahaman spasial, kontrol fisik, dan umpan balik lingkungan bekerja bersama secara terpadu,” ujarnya.

ModelFokusDetail Utama
Hy-Embodied-RxBrain-1.0PenalaranMemadukan logika bahasa dan pemahaman visual
Hy-Embodied-VLM-1.0Persepsi visualMenggunakan sepersepuluh sumber daya komputasi model sebelumnya
Hy-Embodied-VLA-0.5Visi, bahasa, dan tindakanDilatih dengan lebih dari 10.000 jam data berkualitas tinggi

Hy-Embodied-RxBrain-1.0 berperan sebagai model penalaran yang menggabungkan bahasa dan visual. Hy-Embodied-VLM-1.0 difokuskan pada persepsi visual yang lebih hemat komputasi.

Sementara itu, Hy-Embodied-VLA-0.5 menggabungkan penglihatan komputer, bahasa, dan aksi fisik untuk berbagai jenis robot. Tencent menyatakan model-model tersebut telah diuji pada panduan ritel, bantuan pengunjung, dan layanan perawatan lansia.

WorkBuddy untuk Tugas Personal

Tencent juga meluncurkan WorkBuddy sebagai aplikasi produktivitas personal untuk iOS, Android, dan HarmonyOS. Aplikasi ini diposisikan sebagai kolaborator tugas bagi pengguna individu maupun lingkungan kerja.

WorkBuddy didukung model dasar Hy3 yang mencatat lonjakan panggilan API hingga 68 kali lipat dalam satu minggu setelah peluncuran dibandingkan generasi sebelumnya. Wakil Presiden Tencent Lin Songtao menilai AI kini bergerak dari interaksi chatbot menuju kolaborasi berbasis tugas yang dapat memperluas produktivitas hingga skala organisasi.

Baca Juga