Target Medali Tanpa Beban, Perenang Indonesia Diminta Pecahkan Rekor di Asian Games 2026

PB Akuatik Indonesia memilih menempatkan pemecahan rekor nasional sebagai sasaran utama para perenang di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Medali tetap menjadi harapan, tetapi tidak dijadikan beban langsung untuk 14 atlet yang telah dipilih.

Pendekatan itu menekankan perbaikan catatan waktu setiap atlet. PB Akuatik menilai hasil yang lebih baik dari rekor sebelumnya dapat membuka jalan bagi Indonesia untuk bersaing memperebutkan podium.

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin Rahardjo mengatakan persiapan tim sudah berada pada tahap akhir. Program latihan disebut berjalan lancar dengan pemanfaatan fasilitas di Gelora Bung Karno serta uji coba yang telah dijalani.

“Target kita ke mereka, harus lebih baik dari waktu sebelumnya, yaitu memecahkan rekor nasional. Dengan itu, mudah-mudahan kita bisa mendapatkan medali. Jadi kita tidak membebani mereka,” kata Harlin.

Regenerasi Masuk Panggung Asia

Skuad renang Indonesia berisi sembilan atlet putra dan lima atlet putri. Sebanyak 10 dari 14 perenang tersebut akan melakoni debut pada Asian Games.

Komposisi ini memperlihatkan proses regenerasi yang berjalan dalam tim nasional. Para atlet membawa modal dari pencapaian Indonesia pada SEA Games 2025 Bangkok dan Islamic Solidarity Games.

KompetisiMedaliPencapaian Lain
SEA Games 2025 Bangkok3 emas, 3 perak, 5 perunggu4 rekor nasional
Islamic Solidarity Games1 emas, 5 perak, 6 perungguTidak disebutkan

Hasil di Bangkok mencakup tiga emas, tiga perak, lima perunggu, dan empat rekor nasional. Di Islamic Solidarity Games, Indonesia membukukan satu emas, lima perak, serta enam perunggu.

Wakil Chef de Mission Tim Indonesia Harry Warganegara berharap peningkatan performa dapat menghasilkan medali. Ia juga menaruh harapan pada pecahnya rekor dari masing-masing atlet di tengah persaingan Asian Games.

Dukungan untuk Adaptasi di Tokyo

Cabang renang akan dipertandingkan di Tokyo Aquatics Centre pada 20-25 September 2026. Lokasi itu berada di luar Nagoya, sehingga perenang Indonesia tidak akan tinggal di Athletes’ Village yang terpusat.

Panitia menempatkan tim di hotel Tokyo yang akan berfungsi sebagai kawasan atlet untuk cabang renang. Sistem akomodasi tersebar juga diterapkan bagi beberapa cabang lain, termasuk melalui kapal, Villa Garden, dan hotel yang disiapkan.

Tim Chef de Mission bertanggung jawab pada aspek perjalanan, penginapan, latihan, dan pertandingan agar kebutuhan atlet tetap terpenuhi. Sementara itu, keputusan mengenai strategi serta program teknis tetap menjadi ranah PB Akuatik Indonesia dan pelatih.

Harry menyatakan NOC Indonesia siap memberi dukungan terhadap kenyamanan perenang sejak keberangkatan hingga bertanding. Ia menyampaikan pernyataan tersebut di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 11 Agustus 2026.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan bergulir dari 19 September hingga 4 Oktober 2026. Bagi tim renang, kesiapan waktu, adaptasi akomodasi, dan dukungan nonteknis menjadi faktor yang berjalan beriringan dalam upaya mengejar medali.

Baca Juga