Cercle Brugge akan memasuki laga melawan STVV pada Jumat dengan kedalaman skuad yang lebih baik. Tiga pemain telah kembali mengikuti latihan grup, tetapi ancaman utama datang dari lawan yang dikenal cepat dan rapi dalam organisasi.
Lars Friis menilai pertandingan ini menuntut kesiapan yang berbeda dibanding laga sebelumnya melawan Standard Liege. Cercle Brugge membawa modal hasil imbang di kandang Standard, namun harus menyesuaikan rencana terhadap karakter STVV.
Dominasi Tetap Menjadi Tujuan
Friis tidak ingin Cercle Brugge hanya terpaku pada cara meredam lawan. Ia tetap menginginkan timnya memainkan identitas permainan sendiri dan berusaha memegang kendali pertandingan.
“Kami ingin tampil dominan jika memungkinkan. Ini adalah lawan yang berbeda dari Standard, tetapi kami akan kembali berusaha untuk menerapkan permainan kami,” kata Friis.
Target tersebut akan diuji oleh kekuatan STVV saat memegang bola. Friis menilai tim lawan mampu menjaga tempo tinggi tanpa kehilangan keteraturan sebagai sebuah unit.
“STVV adalah tim yang sangat kuat, hal itu sudah mereka buktikan musim lalu. Mereka kuat saat menguasai bola, memiliki kecepatan tinggi, dan terorganisir dengan baik sebagai sebuah tim,” ujar Friis.
Penilaian itu membuat pertandingan Jumat tidak dipandang sebagai duel mudah oleh pihak Cercle Brugge. Tim harus mampu menjaga penguasaan permainan sekaligus merespons pergerakan cepat lawan.
Opsi Skuad Bertambah
Lawrence Agyekum, Lucas Michal, dan Kader Ouattara kini telah kembali berlatih dengan kelompok utama. Kehadiran ketiganya memberi tim pelatih lebih banyak alternatif dalam menyiapkan susunan pemain.
Tambahan tenaga itu juga dapat membantu Cercle Brugge menjaga intensitas pertandingan. Kebutuhan tersebut menjadi relevan karena STVV dinilai punya kemampuan mengubah ritme permainan secara cepat.
| Pemain | Perkembangan Menjelang Pertandingan |
|---|---|
| Lawrence Agyekum | Kembali mengikuti latihan grup |
| Lucas Michal | Kembali mengikuti latihan grup |
| Kader Ouattara | Menunjukkan progres positif dalam latihan |
| Abdoulie Manneh | Belum memenuhi kelayakan bermain untuk laga STVV |
Ouattara Mendapat Penilaian Positif
Kader Ouattara menjadi salah satu pemain yang paling diperhatikan setelah kembali berlatih. Friis menilai pemain tersebut memperlihatkan kualitas yang baik selama sesi persiapan.
Kondisi fisik Ouattara masih menjadi bagian penting dari proses yang dijalani tim. Jika kembali sepenuhnya bugar, kontribusinya diyakini dapat memperkuat Cercle Brugge secara signifikan.
“Apa yang ditunjukkan Kader dalam latihan sangat bagus. Jika kami berhasil membuatnya bugar sepenuhnya kembali, kami seolah mendapatkan pemain baru,” kata Friis.
Rekrutan Baru Masih Menanti Administrasi
Abdoulie Manneh belum dapat menambah pilihan di lini depan pada pertandingan Jumat. Pemain yang didatangkan dari Mjallby itu masih menunggu penyelesaian proses administrasi kelayakan bermain.
Meski belum tersedia, Manneh disebut memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan variasi serangan tim. Friis menggambarkannya sebagai pemain menyerang eksplosif dengan kemampuan bermain di beberapa posisi.
“Dia adalah pemain menyerang, sangat eksplosif, dan menjalani musim yang sangat baik di Mjallby. Dia bisa bermain di posisi sayap, sebagai pemain nomor sepuluh, maupun sebagai penyerang,” ujar Friis.
Martens Dinilai Layak Mendapat Peluang
Viggo Martens menjadi nama lain yang mendapat kepercayaan dari Friis setelah tampil mengesankan pada laga sebelumnya. Pemain muda tersebut telah memperoleh debut bersama tim utama.
Friis menegaskan bahwa kualitas dan kemauan bekerja menjadi dasar pemberian kesempatan, bukan usia pemain. “Saya tidak melihat usia, melainkan kualitas. Viggo bisa terus berlari dan melakukan banyak kerja keras,” katanya.
Martens diminta melanjutkan cara kerjanya setelah memperoleh kesempatan tersebut. Pada saat yang sama, tambahan pemain yang mulai tersedia memberi Friis lebih banyak opsi untuk menghadapi organisasi dan kecepatan STVV.






