Semifinal Piala AFF 2026 antara Singapura dan Thailand menghadirkan duel personal antara Anthony Hudson dan Ilhan Fandi. Keduanya memiliki hubungan baik sejak bekerja sama di BG Pathum United, tetapi akan berdiri di sisi berlawanan dalam dua pertandingan penentu.
Thailand datang ke Stadion Jalan Besar dengan target membawa hasil positif sebelum leg kedua di Bangkok. Singapura, di sisi lain, mengandalkan fokus Ilhan yang sudah mengenal karakter sepak bola Thailand dari pengalaman klubnya.
Pertemuan dalam Dua Leg
Singapura akan menjadi tuan rumah pada pertemuan pertama yang digelar Sabtu (15/8) pukul 20.00 WIB. Tiga hari kemudian, Thailand berganti menjamu di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada waktu yang sama.
| Tahap | Tempat | Jadwal |
|---|---|---|
| Leg pertama | Stadion Jalan Besar, Singapura | Sabtu (15/8), 20.00 WIB |
| Leg kedua | Stadion Rajamangala, Bangkok | Tiga hari kemudian, 20.00 WIB |
Dua laga tersebut akan menguji kemampuan kedua tim untuk menjaga konsistensi dalam format kandang dan tandang. Bagi Ilhan dan Hudson, rangkaian semifinal itu juga menuntut pemisahan jelas antara rasa hormat pribadi dan kepentingan tim.
Hudson menyatakan relasinya dengan Ilhan tetap berjalan sepanjang turnamen melalui pesan-pesan lelucon. Namun, pelatih Thailand itu tidak ingin kedekatan tersebut memengaruhi cara timnya menghadapi Singapura.
“Lucunya, saya telah mengiriminya pesan sepanjang turnamen, mengiriminya lelucon. Dia orang hebat, tetapi untuk 90 menit besok, saya rasa kami tidak akan berteman,” ujar Hudson.
Ia menegaskan situasi itu bersifat sementara dan hanya berlaku selama pertandingan. “Saya akan berteman dengannya lagi setelah peluit akhir berbunyi,” tegas pelatih War Elephants tersebut.
Ilhan Pernah Dibimbing Hudson
Hubungan keduanya terbentuk saat Ilhan membela BG Pathum United. Penyerang Singapura itu menganggap Hudson berperan besar dalam mengembalikan rasa senangnya ketika bermain sepak bola.
“Coach Anthony adalah orang luar biasa. Hubungan kami sangat baik di dalam dan di luar lapangan,” kata Ilhan. Ia menilai Hudson memahami dirinya bukan hanya saat menjalankan peran sebagai pelatih.
“Di BG, saya kembali mendapat kegembiraan bermain sepak bola di bawah bimbingannya. Dia sangat memahami saya,” lanjut Ilhan, putra legenda sepak bola Singapura Ahmad Fandi.
Ilhan kemudian melanjutkan kariernya bersama Buriram United sebelum kembali ke Singapura pada Juli untuk memperkuat Lion City Sailors. Selama periode 2024-2026 di Thailand, ia juga membangun pengenalan dengan sejumlah pemain yang kini membela tim nasional Thailand.
Penghormatan Tidak Mengurangi Ambisi
Hudson tetap memberi penilaian tinggi kepada Ilhan sebagai pemain tim nasional Singapura. “Ini menarik karena dia pemain yang sangat bagus dan sangat berbakat. Anda bisa melihat dia sangat bersemangat ketika bermain untuk tim nasionalnya,” ujar Hudson, dikutip ESPN.
Ilhan pun mengetahui bahwa Hudson terus mengikuti perkembangan dirinya dan Ikhsan Fandi melalui media sosial. “Dia sangat menyebalkan di Instagram! Selalu mengirim pesan kepada saya, tetapi dengan cara yang baik,” katanya.
Meski pertandingan menghadirkan unsur emosional, Ilhan memilih menempatkan kepentingan Singapura di atas hubungan personal. Ia menyebut pertemuan dengan Thailand sebagai laga besar yang harus dijalani dengan fokus penuh.
“Bagi saya, besok akan menjadi pertandingan besar. Saya harus fokus pada diri saya sendiri dan tim, tetapi akan menyenangkan untuk berhadapan dengan pelatih Anthony,” jelas Ilhan. Pertemanan keduanya akan kembali mendapat ruang setelah semifinal tidak lagi ditentukan oleh persaingan selama 90 menit.






