Rangers FC harus mengalihkan ambisi Eropanya ke play-off Liga Konferensi setelah gagal melewati Jagiellonia Bialystok. Hasil 1-1 di Stadion Ibrox membuat Rangers tersingkir dari kualifikasi Liga Europa dengan agregat 2-3.
Perpindahan ke kompetisi lain itu menjadi konsekuensi langsung dari gol Nik Prelec pada babak kedua. Sundulan penyerang Jagiellonia tersebut membatalkan keunggulan yang lebih dahulu diberikan Lawrence Shankland dari titik penalti.
Jalan Baru Setelah Kegagalan di Liga Europa
Rangers akan menghadapi Jablonec, klub asal Ceko, pada leg pertama play-off Liga Konferensi. Laga itu membuka kesempatan baru bagi tim asuhan Derek McInnes untuk tetap melanjutkan perjalanan di Eropa.
Sebelum menghadapi Jablonec, Rangers dijadwalkan menjamu St Mirren pada babak 16 besar Premier Sports Cup. Dua agenda tersebut datang saat Rangers belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan awal bersama McInnes.
Rangkaian hasil tersebut membuat tekanan terhadap tim meningkat. Rangers membutuhkan respons cepat untuk memulihkan keyakinan skuad maupun pendukung setelah kegagalan di Ibrox.
McInnes sebelumnya menekankan pentingnya kemenangan bagi atmosfer di dalam tim. “Kita semua tentu membutuhkan kemenangan,” kata pelatih Rangers itu.
Penalti Shankland Membuka Harapan
Tuan rumah memperoleh keunggulan pada menit ke-19 melalui eksekusi penalti Shankland. Wasit memberikan penalti setelah VAR meninjau handball Yuki Kobayashi di dalam area terlarang.
Kobayashi, yang pernah bermain untuk Celtic, menjadi perhatian dalam insiden tersebut. Shankland kemudian menunaikan tugasnya dengan baik untuk membuat Rangers memimpin 1-0.
Keunggulan itu memberi harapan bahwa Rangers dapat membalikkan defisit agregat. Para pendukung di Ibrox melihat tim mereka memiliki momentum awal untuk meningkatkan tekanan kepada lawan.
McInnes memang menginginkan Rangers bermain dengan intensitas lebih tinggi. “Peluang masih sangat berimbang. Tak perlu dikatakan lagi betapa pentingnya bagi kami untuk mencoba meningkatkan intensitas,” ujarnya sebelum pertandingan.
| Tim | Gol di Ibrox | Agregat Akhir |
|---|---|---|
| Rangers FC | 1 | 2 |
| Jagiellonia Bialystok | 1 | 3 |
Prelec Mematahkan Momentum Tuan Rumah
Jagiellonia Bialystok mampu bertahan dari tekanan Rangers dan menjaga ketenangan sepanjang pertandingan. Pada babak kedua, Anders Klynge mengirim umpan silang yang disambut Prelec dengan sundulan.
Bola sundulan Prelec melewati penjaga gawang Ivor Pandur dan menyamakan skor menjadi 1-1. Gol itu juga memperlebar keunggulan Jagiellonia pada perhitungan agregat menjadi 3-2.
Rangers tidak memiliki cukup waktu untuk membalikkan keadaan setelah gol tersebut. Pertandingan berakhir imbang, sementara Jagiellonia berhak melanjutkan langkah di Liga Europa.
McInnes mengakui timnya perlu tampil lebih berani dalam menyerang. Ia ingin lebih banyak pemain Rangers hadir di kotak penalti ketika kesempatan menyerang terbuka.
“Kami harus bermain dengan sedikit lebih berani mengambil risiko dalam permainan kami. Kami harus tampil tidak terlalu aman,” kata McInnes.
Meski meminta keberanian lebih besar, McInnes tidak menghendaki timnya bermain tanpa arah. “Kami dapat menyerang dengan tujuan dan maksud yang jelas tanpa harus bermain seperti lima menit terakhir selama 90 menit penuh,” ujarnya.
Tantangan itu kini dibawa Rangers ke pertandingan melawan St Mirren dan Jablonec. Kedua laga tersebut akan menjadi kesempatan bagi skuad Glasgow untuk menunjukkan respons setelah tersingkir di Ibrox.






