Fabio Quartararo memilih Honda Racing Corporation untuk menghadapi era baru MotoGP yang dimulai pada 2027. Kontrak selama dua musim hingga 2028 itu menjadi langkah baru bagi pebalap Prancis tersebut setelah delapan tahun bersama Yamaha.
Perubahan regulasi teknis, termasuk penggunaan mesin 850 cc, menjadi salah satu konteks utama keputusan tersebut. Quartararo melihat masa transisi itu sebagai kesempatan bagi pabrikan untuk membangun ulang arah kompetitif mereka.
Harapan pada Proyek yang Lebih Dinamis
HRC menarik perhatian Quartararo bukan karena hasil motor Honda saat ini semata. Ia melihat perubahan dalam proses pengembangan dan pengambilan keputusan internal sebagai modal penting untuk masa depan.
Quartararo menilai Honda mulai berani mengambil langkah inovatif dalam membangun motor. Sikap tersebut dianggapnya penting dalam kompetisi yang menuntut respons cepat terhadap perubahan teknis.
Pandangan itu terbentuk dari pengamatannya terhadap perkembangan pabrikan Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pabrikan Eropa mampu maju cepat karena berani mengambil risiko dan tidak lambat menentukan keputusan.
“Saya rasa pabrikan Eropa sangat cepat dalam mengambil keputusan dan jauh lebih berani mengambil risiko,” ujar Quartararo. Ia menilai kecenderungan yang serupa kini mulai muncul di kubu Honda.
| Poin | Yamaha | Honda Racing Corporation |
|---|---|---|
| Masa bersama Quartararo | Delapan tahun dan akan berakhir | Musim 2027 hingga 2028 |
| Pengembangan motor | Proyek V4 belum menjawab harapan | Dinilai mengubah cara kerja internal |
| Nilai utama bagi Quartararo | Peningkatan belum cukup meyakinkan | Keberanian berinovasi |
Perpisahan dengan Yamaha
Keputusan meninggalkan Yamaha datang setelah Quartararo menilai perkembangan proyek V4 belum menghasilkan keyakinan yang ia butuhkan. Saat pengujian dimulai, paket motor yang ada masih terasa mirip dengan versi awal yang pernah diuji.
Kondisi itu membuat peningkatan performa yang diharapkan belum terwujud. Bagi Quartararo, situasi tersebut semakin berat karena ia menuntut kemampuan maksimal saat bersaing di lintasan.
Quartararo mengaku tidak selalu menikmati balapan dalam keadaan tersebut. Dalam wawancara dengan Crash yang dikutip Detik Oto, ia mengatakan, “Sejujurnya, saya tidak terlalu menikmati balapan. Terutama karena saya adalah orang yang sangat kompetitif.”
Ia merasa frustrasi ketika pebalap lain dapat mendahuluinya, padahal dirinya merasa masih memiliki kecepatan lebih baik. Keluhan itu menggambarkan jarak antara ambisi Quartararo dan kemampuan paket Yamaha yang ia rasakan.
Keputusan Setelah Tes Valencia
Quartararo telah mengambil keputusan pindah setelah menyelesaikan sesi tes di Valencia pada 2025. Kepergiannya mengakhiri hubungan panjang dengan Yamaha, pabrikan yang selama ini menjadikannya salah satu figur utama.
Pemilihan Honda dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk memasuki perubahan regulasi, bukan reaksi terhadap satu hasil balapan. Quartararo berharap proyek yang sedang dibangun HRC dapat memberinya motor serta lingkungan kerja untuk kembali bertarung di posisi depan.
Musim 2027 akan menjadi penanda awal bagi harapan baru tersebut. Kemampuan Honda memanfaatkan perubahan regulasi akan menjadi faktor penting bagi peluang Quartararo membangun kembali daya saingnya di MotoGP.






