Perusahaan Kini Mencari Bukti Kemampuan, ITB Buka Microcredential untuk Semua

Perusahaan kini semakin mencari bukti kemampuan yang dapat diverifikasi, bukan hanya mengandalkan latar pendidikan formal. Pergeseran kebutuhan tersebut menjadi dasar Institut Teknologi Bandung membuka program ITB Continuing Education atau ICE Microcredential.

Program ini dirancang untuk mahasiswa, profesional, dosen, tenaga pendidik, dan masyarakat umum yang ingin memperbarui kompetensi. ITB menempatkannya sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan industri.

Industri Menuntut Kemampuan yang Terus Diperbarui

Senior Manager Human Capital Development Medco Power Radityo Harry Wibowo mengatakan ijazah tetap menjadi salah satu pertimbangan perusahaan. Namun, sertifikasi yang menunjukkan upaya pekerja memperbarui kemampuan semakin penting dalam pola rekrutmen saat ini.

Radityo menilai investasi pengembangan tenaga kerja dapat memberi manfaat besar bagi bisnis. Ia mencontohkan pengeluaran 3.000 dollar AS untuk seseorang yang berpotensi menghasilkan peluang proyek dengan nilai jauh lebih besar.

Pekerja yang aktif mengikuti sertifikasi, menurut dia, cenderung memiliki peluang karier lebih baik. Pengembangan program juga perlu didukung pemasaran serta penguatan merek agar pengakuannya dapat menjangkau tingkat regional dan global.

Vice Chairman of Green Economic Council Indonesia Triharyo Soesilo menilai teknologi telah mengubah konsep pembelajaran. “Dulu kita sekali belajar, lulus sudah selesai. Sekarang dunia berubah,” ujarnya.

Hampir 40 Persen Kebutuhan Mengarah ke Keterampilan Baru

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Irwan Meilano menyebut berbagai kajian menunjukkan hampir 40 persen kebutuhan dunia kerja mengarah pada keterampilan baru. Tidak seluruh kemampuan tersebut dapat diperoleh secara lengkap melalui pendidikan formal di perguruan tinggi.

Keterampilan digital juga telah menjadi standar di hampir semua sektor pekerjaan. Karena itu, perguruan tinggi dituntut bergerak lebih cepat mengikuti perubahan yang terjadi di industri.

“Skill ini penting, digital base ini jadi standar yang dibutuhkan oleh industri. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang luar biasa bagi kita semua,” kata Irwan. Ia menambahkan bahwa gelar kini lebih banyak menjadi syarat awal sebelum pekerja membuktikan kapasitasnya.

Irwan juga mengatakan perusahaan semakin fokus pada keterampilan dan bukti kompetensi yang terverifikasi. “Data menunjukkan kebutuhan akan skill baru semakin meningkat. Banyak perusahaan sekarang lebih fokus pada skill dan bukti kompetensi yang terverifikasi, bukan hanya sekadar gelar,” ujarnya dalam diskusi yang dikutip Kompas.com.

Program dengan Empat Pilar

ICE Microcredential dibangun melalui empat pilar yang menghubungkan relevansi materi dengan fleksibilitas belajar dan kredibilitas pengakuan. Materi disusun bersama perusahaan agar selaras dengan kompetensi yang diperlukan dunia kerja.

PilarManfaat bagi Peserta
Berbasis kebutuhan industriMateri disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi perusahaan.
Pembelajaran fleksibelPeserta dapat menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhannya.
Sertifikat kredibelPengakuan kompetensi diterbitkan langsung oleh ITB.
TerakumulasiSertifikat dapat terhubung dengan pembelajaran akademik lanjutan.

Sertifikat yang diperoleh dapat diakumulasikan apabila peserta melanjutkan ke program akademik. Mekanisme ini membuat proses peningkatan kemampuan tidak berhenti pada kelulusan pendidikan formal.

Partisipasi Fakultas dan Target Sertifikasi

Ketua Pelaksana Program Microcredential ITB Irwan Iskandar menyampaikan bahwa pendaftar sudah mencapai ratusan orang sebelum peluncuran resmi. Hampir 10 fakultas di lingkungan ITB juga telah terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

ITB menargetkan sekitar 38 skema sertifikasi yang nantinya terintegrasi dengan LSP. Langkah ini diharapkan memperkuat pengakuan kompetensi peserta sesuai arah bidang kerja yang dipilih.

Program microcredential tidak diposisikan sebagai kegiatan yang berdiri sendiri. Kebutuhan dari industri telah tersedia, sementara peserta dapat menggunakan sertifikasi sebagai salah satu bukti kemampuan di tengah perubahan kebutuhan kerja.

Baca Juga