Nokia 123 Shield Bisa Siaga 19 Hari, tetapi 2G Jadi Batas yang Krusial

Nokia 123 Shield menawarkan waktu siaga hingga 19 hari dan waktu bicara sampai 27,9 jam melalui baterai 1.750 mAh yang dapat dilepas. Daya tahan tersebut menjadi nilai utama bagi pengguna yang membutuhkan ponsel sederhana tanpa harus sering mencari pengisi daya.

Namun, calon pembeli perlu memeriksa jaringan di wilayahnya sebelum memilih perangkat ini. Ponsel tersebut hanya mendukung jaringan 2G GSM 900/1800, sehingga tidak dapat digunakan di negara yang telah mematikan layanan 2G.

Keterbatasan jaringan itu membuat Nokia 123 Shield tidak cocok untuk semua pasar. Amerika Serikat, Australia, dan Singapura disebut sebagai contoh negara yang telah menghentikan jaringan 2G.

HMD Global memosisikan perangkat ini sebagai ponsel fitur murah untuk komunikasi dasar, bukan pengganti smartphone. Fungsi utamanya meliputi telepon, SMS, radio FM, dan senter untuk situasi ketika akses listrik atau sinyal terbatas.

Dirancang untuk Pemakaian Lapangan

Bobot Nokia 123 Shield mencapai 108 gram dengan bodi ringkas dan casing plastik bertekstur. Rancangan ini ditujukan agar perangkat lebih mantap digenggam, termasuk saat dipakai pekerja lapangan, petani, nelayan, pelancong, atau lansia.

Bagian bawah ponsel dilindungi penutup karet untuk membantu menjaga konektor dari air, pasir, dan debu. Perangkat ini juga menjadi salah satu pilihan HMD yang terjangkau dengan sertifikasi ketahanan terhadap air dan debu.

Di balik penutup tersebut tersedia port USB-C dan jack audio 3,5 mm. Penggunaan USB-C memberi kemudahan karena pengguna tidak perlu lagi mengandalkan kabel microUSB yang umum ditemukan pada ponsel fitur lama.

KomponenDetail
Layar2,4 inci QVGA
ChipsetUnisoc SC6531E
Memori4 MB RAM dan 4 MB penyimpanan internal
EkspansimicroSD hingga 32 GB
Jaringan2G GSM 900/1800, dual Mini-SIM
Baterai1.750 mAh, dapat dilepas

Fungsi Dasar dengan Perlengkapan Penting

Nokia 123 Shield menjalankan sistem operasi Nokia Series 30+ dengan chipset Unisoc SC6531E. Memori internalnya hanya 4 MB dengan RAM 4 MB, tetapi pengguna dapat menambahkan kartu microSD hingga 32 GB untuk file sederhana.

Layar 2,4 inci beresolusi QVGA dipakai untuk kebutuhan dasar dan disebut tetap jelas saat digunakan di bawah sinar matahari. Di bagian belakang tersedia kamera sensor QVGA dengan LED flash sebagai pelengkap, bukan fokus utama perangkat.

HMD juga menyertakan radio FM yang dapat digunakan tanpa headset sebagai antena. Senter LED pada ponsel ini disebut lebih terang dibandingkan Nokia 110, sehingga dapat membantu kebutuhan penerangan sederhana.

Tombol fisik berukuran besar melengkapi pendekatan fungsional Nokia 123 Shield. Tata letak tersebut dapat memudahkan penggunaan saat tangan mengenakan sarung tangan atau ketika pengguna membutuhkan tombol yang lebih mudah ditekan.

Harga dan Ketersediaan

Menurut gadget.viva.co.id, daftar ritel di Bulgaria dan Yunani mencantumkan harga Nokia 123 Shield sekitar €35 hingga €40. HMD belum mengumumkan harga resmi untuk pasar global.

Perangkat ini berpeluang dipasarkan di Asia Tenggara, India, Afrika, Amerika Latin, serta wilayah lain yang jaringan 2G-nya masih aktif. Nilai Nokia 123 Shield terletak pada kombinasi baterai panjang, konektor modern, dan fungsi komunikasi dasar, selama kompatibilitas jaringan telah dipastikan.

Baca Juga