Navigasi dan Ketahanan Jadi Ujian, Duo Indonesia Tutup AXCR 2026 di Podium

Ketepatan membaca rute dan kemampuan menjaga kendaraan membawa Lody Natasha dan Sasty Laksamana ke podium AXCR 2026. Dua pereli Indonesia tersebut mengakhiri reli di Thailand sebagai peringkat kedua kategori Ladies.

Hasil itu lahir setelah perjalanan sekitar 2.000 kilometer yang menuntut konsistensi selama tujuh hari perlombaan. Mereka juga mencatat posisi ke-12 di kelas T1D Modified Diesel serta peringkat ke-21 dalam klasemen keseluruhan.

Rute tanpa survei awal

Peserta AXCR tidak dapat meninjau lintasan sebelum balapan dimulai seperti pada reli konvensional. Mereka mengandalkan road book bergaya tulip untuk menentukan arah sambil menghadapi situasi rute secara langsung.

Tantangan ini membuat navigasi menjadi faktor yang setara pentingnya dengan kemampuan mengemudi. Satu kekeliruan membaca arah dapat mengubah posisi peserta dengan cepat dari satu stage ke stage berikutnya.

Selain navigasi, pereli harus memperhitungkan zona batas kecepatan dan potensi penalti. Kondisi kendaraan serta pilihan yang dibuat dalam waktu singkat turut menentukan apakah peserta mampu menjaga peluang hingga akhir.

Lody mengatakan perubahan situasi dalam AXCR bisa terjadi kapan saja. “AXCR itu benar-benar tidak bisa ditebak. Hari ini kita bisa berada di posisi yang bagus, besok bisa berubah jauh,” ujar Lody dalam rilis yang dikutip detikSport.

Catatan klasemen Lody dan Sasty

Pasangan ini menggunakan Toyota Hilux 2020 untuk berlaga di kelas T1D atau Modified Diesel. Kelas tersebut menjadi salah satu arena persaingan yang diisi tim dan pereli profesional.

KategoriPosisiTotal Peserta
LadiesP2Tidak disebutkan
T1D Modified DieselP1226 peserta
KeseluruhanP2142 peserta

Di kelas T1D, persaingan juga melibatkan tim yang mendapat dukungan pabrikan seperti Toyota, Ford, Isuzu, dan Mitsubishi. Lody dan Sasty tampil sebagai peserta mandiri dari Indonesia.

AXCR 2026 berlangsung pada 9-15 Agustus di Thailand. Reli ini menjadi partisipasi ketujuh bagi Lody dan keikutsertaan keempat bagi Sasty.

Menjaga laju sekaligus merawat mobil

Lody menilai lintasan panjang membuat peserta tidak bisa semata-mata mengejar catatan waktu. Mereka perlu mengatur ritme dan menjaga kondisi mobil agar bisa menyelesaikan seluruh stage.

Kerja sama dengan mekanik juga menjadi bagian dari kebutuhan teknis selama reli berlangsung. Tuntutan tersebut membuat finis menjadi pencapaian penting, terutama saat kendaraan harus bertahan melewati ribuan kilometer.

Lody berprofesi sebagai florist, sedangkan Sasty merupakan dokter gigi. Di lintasan, keduanya harus menggabungkan kemampuan mengemudi, navigasi cepat, dan pengambilan keputusan di bawah tekanan.

Hasil AXCR 2026 memang belum menyamai catatan mereka pada 2025. Saat itu, Lody dan Sasty menjadi juara kategori Ladies serta menempati posisi ke-19 klasemen keseluruhan.

Namun, finis kedua Ladies di Thailand memperlihatkan bahwa mereka masih dapat menjaga daya saing dalam reli raid. “Buat kami, hasil ini memang belum seperti yang kami harapkan. Tapi AXCR mengajarkan bahwa kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi sampai benar-benar melewati finish line,” sambung Lody.

Setelah reli tersebut, Lody menyatakan ingin terus membawa Merah Putih ke ajang reli raid dunia. Rally Raid Portugal dan Dakar Rally menjadi dua target yang disebutkannya.

“Saya tidak tahu kapan mimpi itu bisa terwujud. Tapi saya ingin terus mencoba,” kata Lody.

Baca Juga