Nadhea Devi membantah tudingan bahwa dirinya merupakan perempuan berbaju putih yang muncul dalam video pembacaan Surat Ad-Dhuha di booth Newport. Ia menyampaikan penegasan itu setelah namanya terseret dalam percakapan publik dan data pribadinya ikut disebarkan.
Tekanan di media sosial membuat Nadhea mengubah sejumlah akun miliknya. Ia mengatakan tindakan tersebut dilakukan karena panik, bukan untuk menjauh dari persoalan yang sedang ramai diperbincangkan.
Klarifikasi Nadhea disampaikan melalui video di akun Threads. Ia menegaskan tidak terlibat dalam kejadian di The Sounds Project dan menyebut sosok perempuan dalam foto yang beredar bukan dirinya.
“Pertama saya mau menjelaskan kalau pelaku yang ada di foto ini jelas-jelas bukan saya. Dan saya sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini,” ujar Nadhea Devi, seperti dikutip Kompas.com.
Nama Terseret akibat Rekaman yang Beredar
Video yang menjadi perhatian memperlihatkan interaksi di depan booth Newport saat The Sounds Project digelar di Ancol, Jakarta Utara. Festival tersebut berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Pembawa acara bernama Ega membuka tantangan menghafalkan ayat Al-Quran dengan hadiah sebotol minuman beralkohol. Seorang perempuan berbaju putih kemudian terlihat melantunkan Surat Ad-Dhuha dalam rekaman itu.
Rekaman tersebut memicu kecaman dari publik, Majelis Ulama Indonesia, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Manajemen The Sounds Project juga menyatakan kecaman serta menegaskan agama tidak boleh digunakan dalam tantangan maupun promosi produk.
Pengakuan tentang Rasa Panik
Nadhea menyatakan dirinya tidak tahu harus melakukan apa ketika serangan warganet mulai mengarah kepadanya. Situasi itu semakin berat setelah informasi pribadinya tersebar oleh sejumlah akun yang salah mengidentifikasi perempuan dalam video.
“Mengenai akun media sosial saya yang saya ganti akun dan lain-lain, itu terjadi karena saya benar-benar merasa panik dan saya tidak tahu harus bagaimana lagi karena jujur saya tidak melakukan apapun tetapi kenapa netizen malah menyerang saya,” kata Nadhea.
Ia juga menyebut telah mengetahui adanya pengamanan terhadap pihak yang diduga terlibat melalui media sosial dan artikel yang beredar. Pernyataan itu disampaikan di tengah proses hukum yang berjalan atas peristiwa di booth tersebut.
Empat Tersangka dalam Perkara Booth Newport
Polda Metro Jaya menerima laporan terkait peristiwa itu dan menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka disebut berperan sebagai pembawa acara, pihak yang mengajukan tantangan, serta orang yang melantunkan ayat Al-Quran dalam video.
| Inisial | Peran yang Disebut Polisi | Status |
|---|---|---|
| RES | Pembawa acara | Ditahan |
| I | Pihak yang mengajukan tantangan | Tersangka |
| AK | Pihak yang mengajukan tantangan | Ditahan |
| M | Melantunkan ayat Al-Quran dalam video | Tersangka |
RES dan AK telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Seluruh tersangka dijerat Pasal 300 dan/atau Pasal 301 KUHP mengenai penistaan agama.
Penjelasan Nadhea tidak membahas perkara pidana terhadap empat tersangka, melainkan identitas dirinya yang keliru dikaitkan dengan video. Ia kembali menekankan bahwa perempuan berbaju putih dalam rekaman tersebut bukan dirinya.






