Dua hasil kuat di India Open belum membuat Jonatan Christie merasa aman untuk menghadapi Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi. Ia menilai riwayat semifinal dan runner up tidak dapat dilepaskan dari lawan serta kondisi turnamen yang selalu berubah.
Sikap itu membuat Jonatan memilih fokus pada persiapan dan kemampuan beradaptasi. Ia berharap pengalaman positif di India dapat menjadi bekal, tanpa menjadikannya alasan untuk mengabaikan detail pertandingan.
Catatan Dua Tahun Terakhir
Jonatan mencapai semifinal India Open pada 2025 dan menjadi runner up pada 2026. Capaian tersebut menunjukkan tren penampilan yang stabil dalam dua edisi terakhir turnamen tersebut.
| Tahun | Turnamen | Hasil |
|---|---|---|
| 2025 | India Open | Semifinalis |
| 2026 | India Open | Runner up |
Menurut Detik Sport, tunggal putra Indonesia itu bersyukur karena setiap tampil di India dalam dua tahun terakhir, pengalamannya berjalan baik. Jonatan berharap modal itu bisa membantunya mencatatkan hasil bagus di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.
“Ya, dalam dua tahun terakhir ini puji Tuhan setiap kali saya bermain di India, semuanya oke. Mudah-mudahan di Kejuaraan Dunia, bisa dapat hasil (bagus),” ujar Jonatan.
Lawannya Berubah, Arenanya Pun Berbeda
Jonatan tidak setuju jika hasil tersebut langsung dianggap sebagai bukti bahwa ia selalu cocok bermain di India. Baginya, siapa lawan yang ditemui tetap menjadi unsur penting dalam menentukan hasil pertandingan.
“Enggak sih. Enggak tahu kenapa bisa. Maksudnya balik lagi, tergantung ketemu musuhnya siapa,” kata Juara Asia 2024 itu. Ia menilai pencapaian pada satu turnamen tidak serta-merta dapat menjadi ukuran untuk ajang berikutnya.
Perbedaan kondisi arena juga menjadi alasan Jonatan perlu melakukan penyesuaian ulang. Ukuran stadion dapat memengaruhi arah angin dan faktor teknis lain, sedangkan karakter shuttlecock turut memengaruhi permainan di lapangan.
India Open tahun ini disebut memiliki kondisi yang tidak sama dengan edisi sebelumnya. Stadion yang digunakan akan menjadi lokasi Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, sehingga pengenalan terhadap arena memberi nilai penting bagi persiapan.
Fasilitas dan Makanan Masuk Perhitungan
Jonatan menilai stadion tersebut bagus dan tempatnya memadai untuk penyelenggaraan pertandingan. Namun, ia mencatat masih ada persoalan kebersihan karena kondisi arena yang agak berdebu.
Persiapan menuju India juga mencakup urusan hotel dan makanan. Sejumlah pemain bulu tangkis pernah menghadapi kesulitan dalam aspek tersebut, walau pengalaman Jonatan pada India Open terakhir cukup baik secara keseluruhan.
Ia memilih membatasi risiko dengan makan di restoran Jepang yang tersedia di hotel atau membawa makanan sendiri dari Jakarta. Cara tersebut membuatnya tidak perlu terlalu sering makan di luar selama berada di India.
Kejuaraan dunia kali ini berlangsung pada pertengahan tahun, ketika India tidak berada dalam kondisi dingin seperti awal tahun. Jonatan mengakui belum sepenuhnya mengetahui situasi yang akan dihadapi, sehingga adaptasi tetap menjadi kebutuhan utama.
Modal hasil di India Open memberi Jonatan pengalaman yang berguna menuju New Delhi. Namun, kesiapan menghadapi lingkungan baru, kondisi lapangan, dan lawan yang berbeda akan tetap menjadi penentu pada kejuaraan dunia.






