Memen Harianto mengubah ketertinggalan sekitar tiga menit pada hari pertama menjadi keunggulan 14 menit setelah Leg 4 AXCR 2026. Kebangkitannya di kelas T1G FFA bensin berlangsung ketika Toyota Hilux Revo beberapa kali mengalami gangguan teknis di lintasan.
Pereli Indonesia itu kini memegang keuntungan waktu yang berarti dalam persaingan bensin yang sangat rapat. Namun, margin tersebut belum menghilangkan kebutuhan untuk menjaga kendaraan tetap prima pada etape berikutnya.
Perubahan Posisi dalam Empat Tahap
Awal reli tidak berjalan mulus bagi Memen pada Minggu (9/8). Ia kehilangan waktu akibat masalah wiper dan tertinggal sekitar tiga menit dari pesaing terdekatnya.
Pada hari kedua, Memen mampu membalikkan posisi menjadi unggul kurang lebih satu menit. Keunggulannya terus meningkat menjadi delapan menit pada hari ketiga.
Setelah Leg 4 pada Kamis (13/8), jarak dari rival kembali melebar hingga 14 menit. Hasil tersebut menempatkannya sebagai pemenang kelas T1G FFA bensin pada etape itu.
| Tahap | Status Memen | Peristiwa Penting |
|---|---|---|
| Hari pertama | Tertinggal sekitar 3 menit | Wiper tertahan plastik pelindung |
| Hari kedua | Unggul sekitar 1 menit | CV joint kiri mengalami kerusakan |
| Hari ketiga | Unggul 8 menit | Naik ke posisi ke-11 klasemen gabungan |
| Leg 4 | Unggul 14 menit | Memenangi kelas bensin |
Hambatan dari Wiper hingga Area Sawah
Pada Leg 1, lumpur memenuhi kaca depan mobil dan mengganggu pandangan Memen. Wiper tidak dapat membersihkannya secara efektif karena plastik pelindungnya ternyata belum dilepas.
Memen harus menghentikan kendaraan untuk mengetahui penyebab gangguan tersebut. Waktu yang hilang membuatnya sempat dilewati empat hingga lima peserta.
Masalah yang lebih berat muncul pada hari kedua di trek licin dan berlumpur. CV joint kiri pada as roda depan mengalami kerusakan, lalu mobil sempat tersangkut di area sawah sekitar 10 menit.
Tim tidak menemukan titik yang dapat digunakan untuk melakukan penarikan dengan winch. Walau proses evakuasi sulit, Memen tetap mampu menyelesaikan tahap itu sebagai pemimpin kelas bensin.
Gangguan teknis berlanjut pada SS3 ketika gearbox mobil terkunci di gigi empat. Saat itu, garis finis masih berjarak sekitar 40 hingga 50 kilometer.
Memen melanjutkan perjalanan tanpa dapat memakai gigi empat hingga etape berakhir. Sistem pendingin kabin juga bermasalah sejak Leg 3 dan masih menjalani perbaikan.
Ritme Lebih Penting daripada Memaksakan Laju
Pada Leg 4, Memen memulai etape dari posisi ke-11 klasemen gabungan kendaraan diesel dan bensin. Ia finis di urutan ke-13 klasemen gabungan, tetapi hasil itu cukup untuk mengamankan kemenangan kelas T1G FFA bensin.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa posisi klasemen gabungan tidak selalu menentukan persaingan di kelasnya. Target utama Memen adalah menjaga keunggulan dari para rival sesama peserta bensin.
“Persaingannya sangat rapat banget. Antar peserta waktunya mepet-mepet,” ujar Memen dalam rilis kepada detikSport. Ia menyebut karakter lintasan AXCR menyerupai trek sprint rally di Indonesia, yang cocok dengan gaya membalapnya.
Meski demikian, Memen tetap memperhitungkan kendaraan pesaing, termasuk Suzuki Jimny yang memiliki kelebihan di kondisi trek tertentu. Strateginya adalah menjaga ritme dan menghindari risiko berlebihan agar Toyota Hilux Revo dapat mencapai akhir reli.
“Kalau tidak ada issue, harusnya aman. Catatan waktunya rapat banget,” kata Memen. Keunggulan 14 menit memberi ruang bagi Memen, tetapi ketahanan mobil tetap menjadi faktor penting pada sisa AXCR 2026.






