Wardatina Mawa mengizinkan anaknya tetap bertemu Insanul Fahmi dengan satu pertimbangan utama, yakni kebahagiaan sang anak. Insanul dapat mengajak anak mereka beraktivitas selama agenda tersebut membuat anak merasa senang.
Ruang pertemuan itu tetap disertai aturan yang ditetapkan Mawa. Ia menghendaki hubungan ayah dan anak berlangsung dalam batas yang menurutnya perlu dijaga.
Kegiatan Bersama Tetap Diperbolehkan
Mawa menyatakan Insanul Fahmi boleh mengajak anak mereka berjalan-jalan, makan, atau melakukan kegiatan lainnya. Bentuk kegiatan tidak menjadi persoalan selama berorientasi pada rasa senang anak.
“Jadi kalau dia pengin ketemu anakku, dia tidak mempertemukan anakku dengan orang lain misalnya istri baru Insanul,” ujar Mawa. Larangan tersebut menjadi batas paling tegas dalam izin pertemuan yang diberikan kepada Insanul.
Artinya, anak mereka tidak boleh diperkenalkan kepada pihak lain dalam agenda bersama ayahnya. Ketentuan itu juga mencakup istri baru Insanul Fahmi.
Pertemuan Berlangsung dengan Pendampingan
Mawa tidak membiarkan pertemuan berlangsung tanpa pendamping. Pengasuh anak harus hadir untuk mengawasi jalannya pertemuan antara Insanul dan anak mereka.
Sebelum agenda berlangsung, pengasuh juga wajib meminta izin kepada Mawa. Mekanisme tersebut membuat Mawa tetap mengetahui dan menyetujui pertemuan yang akan dilakukan.
“Jadi, aku memperbolehkan aja gitu karena kan diawasi juga sama Mbak seperti itu dan Mbaknya harus izin dulu nih sama aku,” kata Mawa. Pernyataan ini dikutip Beritasatu dari kanal Intens Investigasi pada Jumat (14/8/2026).
Hubungan Komunikasi Tetap Terjaga
Di tengah perpisahan mereka, Mawa mengatakan komunikasi dengan Insanul masih berjalan lancar. Meski begitu, pengasuh lebih sering menjadi perantara komunikasi mengenai anak.
Keduanya masih dapat berbicara langsung apabila pembahasan berkaitan dengan kebutuhan anak. Mawa membatasi komunikasi langsung agar tidak melebar ke urusan di luar kepentingan anak.
“Komunikasinya lancar meski kadang sesekali komunikasi langsung tapi itu harus berkaitan dengan anak,” tutup Mawa. Pola tersebut memperlihatkan bahwa Mawa tetap memberi kesempatan pertemuan anak dengan ayahnya, sambil menerapkan pengawasan dan larangan yang jelas.






